Penolakan UU MD3 di DPRD Bulukumba Berujung Bentrok

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bulukumba yang menolak Undang-Undang (UU) MPR, DPR, DPRD, DPD (MD3) berujung bentrok di halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba, yang ditemia langsung oleh ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangky. Senin, 26 Februari 2018.

Bentrok antara anggota Satpol-PP dan dibantu staf DPRD Bulukumba berawal saat mahasiswa membakar ban bekas dihalaman kantor DPRD. Satpol-PP yang bertugas berusaha memadamkan api, dihalangi oleh peserta aksi. Akibatnya, mahasiswa dan Satpol-PP dibantu staf DPRD terlibat saling pukul.

Bentrok keduanya tak berlangsung lama setelah ketua PMII berhasil menenangkan anggotanya.

“Kami kesini hanya menyampaikan aspirasi. Kami bukan mau ricuh,” ujar koordinator aksi, Hendra Wiranto.

Menurutnya, kebebasan dalam menyampaikan pendapat yang menjadi symbol demokrasi kini sudah mati ditangan DPR. Karena, ditandai dengan disahkannya rancangan UU tentang perubahan kedua atas UU nomor 17 tahun 2014 soal majelis permusyawaratan rakyat, dewan perwakilan rakyat, dewan perwakilan daerah dan dewan perwakilan rakyat daerah (MD3).

BACA JUGA:   Sah, Andi Raja Lakiun Pimpin PMII Bulukumba

Dimana hasil revisi UU MD3 ini terdapat beberapa pasal yang mengkriminalisasi hak berpendapat rakyat, sehingga ini harus ditolak supaya kebebasan berpendapat tak dibatasi oleh aturan yang berlaku.