DPRD Bulukumba Minta Maaf Terkait Aksi Tolak UU MD3 Yang Berujung Bentrok

oleh
Sekwan DPRD Bulukumba, H. Daud Kahal I Foto : Felix

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba memohon maaf terkait aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Mahasiswa Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Bulukumba yang menolak UU MD3, Selasa, 27 Februari 2018 kemarin di kantor DPRD Bulukumba.

Permohonan maaf tersebut disampaikan melalui Sekretariat Dewan (Sekwan) DPRD Bulukumba, H.Muh Daud Kahal saat ditemui diruang kerjanya, Selasa, 28 Februari 2018.

Loading...

Daud Kahal mengungkapkan bahwa aksi bentrok antara staf DPRD dan para peserta aksi merupakan bentuk respon refleks, yang saat itu tercekik oleh mahasiswa saat saling dorong dengan Satpol PP yang hendak memadamkan api dari ban yang dibakar dengan menyiram air.

Besarnya angin saat aksi unjuk rasa, ditakutkan akan merembet ke puluhan mobil yang sedang parkir, pasalnya saat mahasiswa membakar ban tepat di dalam halaman kantor DPRD yang merupakan kawasan parkir mobil.

“Kami hanya berusaha mengamankan kendaraan dari lalapan api, kalaupun ada kejadian pemukulan, itu refleks, tidak niatan lain. Kami di DPRD minta maaf kepada teman-teman PMII,” ujar Daud Kahal.

Hal senada diungkapkan Kasubag Aspirasi, Sekretariat DPRD Bulukumba, Irvan Handi yang mengakui kesalahanya. Dia khilaf dan meminta maaf sebesar-besarnya atas bentrokan yang terjadi.

Selama ini, menurut Irvan Handi, DPRD Bulukumba tidak pernah menutup ruang pada demonstran untuk menyampaikan aspirasi, bahkan dengan massa yang lebih besar bisa tertangani dengan baik.

Lanjutnya, Irvan Handi mengaku telah mengerahkan massa masuk ke ruang aspirasi, yang saat itu berorasi di tengah jalan Sulthan Hasanuddin. Para peserta aksi diarahkan masuk ke ruang aspirasi untuk menyampaikan langsung tuntutannya dengan anggota DPRD. Namun ditolak dengan alasan ingin bertemu langsung dengan Ketua DPRD.

“Nah sembari menunggu itu, mereka membakar ban dan jelas kami larang karena banyak mobil yang parkir apalagi angin saat itu kencang, saling dorong terjadi dan saya tercekik saat itu, saya refleks. Tapi itu bukan kepalan tangan, melainkan kertas pernyataan sikap yang saya pegang,” cerita Irvan Handi.

Sekedar diketahui, PMII Cabang Bulukumba telah melaporkan aksi bentrok ini di Polres Bulukumba, dengan dugaan kasus penganiayaan.

Loading...