AGRA Bulukumba Kecam Penculikan Warga Oleh Polres Mempawah

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Ketua AGRA Bulukumba, Rudy Tahas

Bulukumba, Beritabulukumba.com – Ayub adalah seorang pejuang agraria dari Desa Olak-olak, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kuburaya, Propinsi Kalimantan Barat, yang sedang berjuang menuntut hak atas tanahnya yang dirampas oleh perusahaan perkebunan. Ayub ditangkap secara paksa atau diculik pada hari Selasa, 22 Februari 2018 pukul 24:00 WIB saat sedang tidur di Kantor Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Wilayah Kalimantan Barat di Jl. Ampera raya komplek villa mega mas No. 12 B.

Penangkapan Ayub dilakukan oleh 6 (enam) orang berpakaian preman yang di antar oleh Ketua RT (rukun tentangga) tanpa menjelaskan identitas diri dan tidak menunjukan surat perintah penangkapan maupun surat tugas. Penangkapan Ayub baru diketahui pada Hari Jumat, 23 Februari 2018 setelah Ketua AGRA Kalimantan Barat, Wahyu Setiawan meminta keterangan ketua RT setempat, dan 6 (enam) orang tak dikenal itu ternyata adalah aparat kepolisian dari Polres Mempawah.

BACA JUGA:   APC serukan reformasi agraria di India

Pada tanggal 23 Februari 2018 pihak Kepolisian Resort Mempawah mengeluarkan surat perintah penahanan nomor SP.Han/01/II/2018/Reskrim sekaligus berita acara penahanan dititipkan kepada ketua RT di Patok 30 dusun Melati desa Olak olak. Namun ada kejanggalan dari surat perintah penahanan dan berita acara pada tanda tangan Ayub yang sangat berbeda dengan tandatangan asli di Kartu Keluarga. Sebelum Penangkapan Ayub mendapat panggilan sebagai tersangka pada tanggal 2 Februari 2018 oleh kepolisian Sektor Kubu.