Ikut Kampanye, Oknum Kades dan ASN di Bulukumba Terancam Pidana

oleh

BULUKUMBA – Kehadiran oknum Kepala Desa di Kecamatan Bulukumpa dan Seorang ASN Guru SMP 14 Bulukumpa dalam kampanye dialogis yang dilaksanakan oleh calon gubernur nomor 3, Nurdin Abdullah pada hari Jumat 25 Mei 2018 lalu di Kelurahan Jawi-jawi Kecamatan Bulukumpa, diteruskan ke penyidik sentra GAKKUMDU. Penerusan ini setelah pihak Panwas, Kepolisian dan Kejaksaan dalam Sentra GAKKUMDU Bulukumba sepakat untuk meningkatkan kasus yang ditangani oleh Panwascam Bulukumpa ke tingkat penyidikan karena unsur pasal 188 Jo pasal 71 ayat 1 terpenuhi.

Hal itu dikatakan Koordinator Penindakan Pelanggaran Panwascam Bulukumpa, Muhammad Jafar, setelah dilakukan klarifikasi terhadap pelapor, saksi dan terlapor serta berdasarkan kajian dan pembahasan atas keterangan pelapor, saksi dan terlapor. Kehadiran Oknum Kepala Desa Barugae dan oknum ASN inisial AA memenuhi unsur tindak pidana pemilu pasal 188 Jo pasal 71, sehingga direkomendasikan Penanganannya ke penyidik Sentra Gakkumdu.

“Selain itu, keduanya juga direkomendasikan ke instansi terkait untuk penangan pelanggaran lainnya,” tambah Jafar.

Untuk Kepala Desa Barugae direkomendasikan penanganan pelanggaran hukum lainnya ke Bupati Bulukumba sementara untuk ASN selain tindak pidana, juga diduga telah melakukan pelanggaran kode etik, kode perilaku dan disiplin ASN sehingga direkomendasikan penangannya ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) sebagaimana dijelaskan dalam surat Komisi Aparatur Sipil Negara Nomor: B-2900/KASN/11/2017, Tanggal 10 November 2017 perihal Pengawasan Netralitas Pegawai ASN pada Pelaksanaan Pilkada serentak Tahun 2018.