Dituding Terima Suap Pengadaan Kapal, Ini Penjelasan Kadis DKP

oleh

BULUKUMBA, BBO – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Bulukumba, Alfian Mallihungan membantah tudingan suap yang dilayangkan salah seorang nelayan. Dirinya juga mengatakan tidak pernah menganaktirikan siapapun dalam penyaluran bantuan nelayan.

Menurut Alfian, pihaknya telah melakukan pengadaan dan penyaluran bantuan yang sesuai dengan prosedur.

“Tidak ada istilah anak kandung dan anak tiri. Kita sudah lakukan sesuai prosedur. Lagi pula ada beberapa nelayan dari Ujung Bulu yang tetap menerima bantuan karena memenuhi prosedur yang disyaratkan,” ujar Alfian di kantornya, Selasa (10/07/2018).

Alfian menjelaskan, setiap nelayan berhak menerima bantuan, hanya saja, harus sesuai prosedur yang berlaku, seperti adanya proposal permohonan dari kelompok resmi dan memiliki surat keputusan (SK) dari bupati.

Sementara penerima perseorangan, datanya telah terdaftar langsung di DKP sebagai masyarakat kurang mampu.

“Jadi syaratnya itu, masukkan proposal permohonan setahun sebelumnya, kemudian diverifikasi. Kalau lolos bantuan bisa disalurkan,” jelasnya sambil memperlihatkan dokumentasi penerima bantuan.

Sementara terkait kasus dugaan suap, Alfian meminta hal itu dibuktikan. Ia mengaku bakal memberikan tindakan jika hal tersebut terbukti.

Pasalnya, selama dirinya menjabat sebagai kepala dinas, ia mengaku selalu melibatkan Inspektorat dalam proses penyaluran bantuan.

Seperti diketahui, DKP Bulukumba disebut sebut menerima suap untuk pengadaan bantuan kapal nelayan oleh Ikbal salah seorang nelayan di kelurahan Bentenge, Ujung Bulu, pasalnya selama ini tak pernah mendapat perhatian dan terkesan dianak tirikan pemerintah.

Ikbal juga menyebutkan alokasi bantuan kapal selama ini hanya diprioritaskan di daerah tertentu saja.

“Ada orang Bulukumba Timur yang mengaku pada saya. Bahwa dia dapat kapal setelah menyuap ratusan juta ke DKP,” beber Ikbal ke wartawan.

Ikbal berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba segera melakukan evaluasi terhadap penyaluran bantuan kapal nelayan tersebut.