Seruduk Kantor Bupati, Demonstran 49 M Kecewa Tak Ditemui Bupati dan Wakil

oleh

BULUKUMBA, BBC – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Sulawesi Selatan (PPM Sulsel), berunjuk rasa di depan Kantor Bupati Bulukumba, Rabu (11/7/2018).

Unjuk rasa tersebut merupakan aksi lanjutan dari kasus dugaan suap Rp 49 Miliar yang diunggah salah seorang oknum ASN, Andi Ichwan AS setelah sebelumnya dilakukan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel, Jl Urip Sumoharjo, Makassar, beberapa waktu lalu.

Demonstran yang menyeruduk kantor Bupati menggunakan sebuah truk tongkang sebagai panggung orasi merasa kecewa lantaran tak satupun baik Bupati ataupun wakil Bupati tak menemui mereka dan menjelaskan perihal dugaan suap tersebut.

Sudirman salah satu demostran menyebutkan, kasus dugaan suap Rp 49 Miliar yang diunggah salah seorang oknum ASN, Andi Ichwan AS telah menguncangkan Bulukumba selama 2 bulan terakhir, sehingga dia berharap pemerintah bisa transparan karena hal tersebut menyangkut nama baik daerah.

“Ini kasus sudah lama tersebar bahkan sudah diketahui hingga nasional, sehingga masyarakat harus tahu apakah ini benar atau tidak,” ujar Sudirman.

Sebelum menggelar aksi di kantor Bupati, massa juga menyeruduk kantor inspektorat Bulukumba mendesak agar inspektorat mempublikasikan hasil pemeriksaannya terhadap Andi Ichwan AS.

Hal tersebut ditolak pihak inspektorat hingga memaksa massa bergerak ke kantor Bupati.

“Kami tidak dapat umumkan, karena hasil pemeriksaan ini bersifat rahasia,” kata Nurjalil, Sekertaris Inspektorat saat menjawab pertanyaan pengunjuk rasa.

Namun hal tersebut mendapat penolakan dari Nurjalil, pasalnya, kata dia, hasil pemeriksaan tersebut bersifat rahasia sehingga tak dapat dipublikasikan.

“Kami tidak dapat umumkan, karena hasil pemeriksaan ini bersifat rahasia,” kata Nurjalil menjawab pertanyaan pengunjuk rasa.

Massa yang tak puas dan kecewa tersebut akhirnya membubarkan diri dengan, namun mereka mengancam akan melakukan aksi yang lebih besar jika kasus tersebut tak kunjung ada kejelasan.