Defisit Anggaran, Pembangunan Tahap II Jembatan Sungai Bialo Mangkrak

oleh
Proyek Pembangunan Jembatan Sungai Bialo

BULUKUMBA, BBC – Pembangunan tahap II jembatan Sungai Bialo yang terletak di Kampong Nipa, Kelurahan Bentenge, Kecamatan Ujung Bulu, Bulukumba, nampaknya mangkrak tahun ini.

Pasalnya, rencana pembangunan oprit dan pengaman jembatan yang menelan anggaran sebesar Rp 5 miliar tersebut gagal masuk lantaran banyaknya temuan, seperti perencanaan yang tidak sesuai dan kualitas bangunan yang buruk.

Wakil Bupati (Wabup) Bulukumba Tomy Satria Yulianto kepada wartawan, Senin (9/6/2018) kemarin mengungkapkan, selain beberapa faktor itu ditundanya pembangunan jembatan tersebut lantaran saat ini Bulukumba sedang defisit.

“Sebenarnya tidak batal. Cuman ditunda. InsyaAllah tahun depan, pembangunannya dilanjutkan lagi, jika ketersediaan dana sudah cukup,” ujar Tomy kepada wartawan di depan ruang kerjanya.

Tomy menambahkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) melakukan rasionalisasi untuk menutup beberapa defisit, dilakukanlah penundaan pembangunan yang belum berjalan, seperti salahsatunya pembangunan tahap II jembatan Sungai Bialo yang diwacanakan jadi ikon kabupaten Bulukumba.

“Jadi lebih kepada rasionalisasi anggaran. Bukan dihentikan atau dibiarkan mangkrak. Tahun 2019 kita lanjutkan lagi,” pungkas Tomy.

Sekadar diketahui, beberapa waktu belakangan pembangunan jembatan yang diwacanakan bakal jadi icon baru Bulukumba itu memang sedang hangat diperbincangkan publik akibat banyaknya kejanggalan.

Informasi terbaru, pihak kepolisian juga telah melakukan penelusuran terkait itu karena kuat dugaan ada indikasi tindak pidana.

Sementara sesuai kontrak, proyek pembangunan pondasi senilai Rp 10,5 miliar jembatan tersebut seharusnya sudah rampung 24 November 2017. Namun hingga waktu yang telah ditentukan, proyek belum selesai 100 persen.