Himpitan Ekonomi, Airin Menderita Gizi Buruk Selama 6 Bulan Hanya Diberi Air Tajin

oleh

BULUKUMBA, BBC – Airin bayi yang mengalami gizi buruk akhirnya mendapat perawatan intensif di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba setelah sebelumnya dirawat dengan peralatan seadanya di rumahnya di lingkungan Kalamassang, Kelurahan Mariorennu, kecamatan Gantarang, Bulukumba.

Saat ini Bayi berusia 6 bulan tersebut dirawat di perawatan Mawar kamar 205 dan diberi perawatan khusus oleh dokter ahli anak setelah orang tuanya memaksakan membawanya ke RS. Beberapa donatur diketahui telah menyalurkan bantuan kepada orang tua Airin.

Loading...

Namun hal mengharukan diungkapkan Ani, ibu dari bayi malang itu. Airin sebenarnya lahir kembar dengan kondisi premature di RSUD.

Saat lahir, Airin dan saudari kembarnya bernama Ainun memang memiliki kelainan bobot atau dibawah angka normal bayi lahir pada umumnya.

“Baru saya tau kondisinya anak ku gizi buruk saat diperiksa di puskesmas sebelumnya,” ujar Ani, Jumat (13/07/2018).

Sayangnya, keberuntungan tak berpihak kepada saudari kembarnya, Ainun yang menghembuskan nafas terakhirnya saat kedua bayi kembar itu dirujuk bersama dari Puskesmas ke RSUD, Kamis (12/07/2018) kamarin.

Mirisnya lagi, Ibu muda itu menuturkan buah hatinya terkena gizi buruk lantaran tidak mengonsumsi ASI darinya. Si kembar hanya diberi air tajin atau perasan air beras akibat himpitan ekonomi tak mampu membeli susu formula.

“Tidak keluar asiku sejak lahirnya Airin. Jangankan beli susu, untuk hidup sehari saja kami berpikir keras. Apalagi BPJS ku menunggak,” curhat Ani sambari menyela air matanya.

Sementara untuk perkembangan kondisi Airin saat ini sudah mulai menunjukkan tanda membaik. “Untuk terapi diberikan diet khusus untuk mengatasi gizi buruknya, serta terapi untuk menangani infeksi berat yang dialami,” kata, Gumala Kasubag Humas dan Promkes RSUD Sultan Daeng Radja.

Airin sementara dirawat dan menjalani beberapa pemeriksaan laboratorium, radiologi, ” Sekali-kali menangis mungkin karena merasa nyeri akibat iritasi daerah leher dan bokongnya,” tambahnya.

Dari rentetan kasus Gizi Buruk yang terjadi di kabupaten Bulukumba, ini bukanlah kali pertama. Sebelumnya Sulaiman alias Komeng warga asal desa Tamatto, Kecamatan Ujung Loe juga sempat menggemparkan publik akibat Gizi buruk yang dialaminya.

Tentu ini merupakan tamparan sekaligus pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah ditengah gelar Bulukumba yang meraih predikat sebagai kabupaten sehat, agar kasus serupa tak terulang.

Loading...