Bulukumba Defisit Rp 42 Miliar, Gaji 13 PNS Tak Kunjung Dibayarkan

oleh

BULUKUMBA, BBC – Kondisi keuangan kabupaten Bulukumba saat ini sedang tidak bagus. Defisit anggaran sebesar Rp. 42 Miliar menghantui kas keuangan daerah, mengakibatkan dampak ke beberapa hal.

Seperti ditundanya pembangunan mega proyek jembatan Bialo dan imbas lainnya yakni gaji 13 PNS yang tak kunjung dibayarkan.

Loading...

“Kalau belum dibayar itu memang betul. Defisit-ki, kalau ada uangnya pasti kita bayarmi. Kurang-ki uangnya,” kata pihak Badan Keuangan Daerah (BKD) Bulukumba, melalui Kasubid Gaji, Andi Nur Afni. Senin (16/07/2018).

Semestinya kata Nur Afni, awal Juli gaji 13 harus dibayarkan, sesuai dengan Petunjuk Tekhnis (Juknis) yang tertuang dalam peraturan Menteri Keuangan.

Afni menjelaskan, di 2018 ini gaji yang seharusnya dibayarkan Rp 27 Miliar, namun karena uang tidak cukup terpaksa belum dibayarkan.

Menurut Afni, gaji 13 tetap akan dibayar, namun dirinya mengaku belum mengetahui kapan tanggal pastinnya.

“Pasti dibayar. Tapi saya belum tahu kapan pastinya,” tambahnya.

Sementara, Ketua DPRD Bulukumba Andi Hamzah Pangki baru baru ini mengaku bakal melakukan pengkajian mengenai defisit anggaran tersebut.

Pasalnya, defisit mengalami perubahan dari sebelumnya yang hanya Rp 8 miliar menjadi Rp 42 miliar.

“Tidak boleh seenaknya berubah. Harus dikaji dulu penyebabnya. Ini kan sudah disepakati melalui Perda,” ujar Hamzah.

Hingga saat ini, pihaknya juga telah gencar melakukan rasionalisasi anggaran, termasuk penundaan pengerjaan beberapa proyek, salahsatunya mega proyek jembatan Sungai Bialo.

Loading...