Dicueki Pemerintah, Petani di Gantarang Patungan Rp35 Juta Perbaiki Sendiri Irigasi

oleh

BULUKUMBA, BBC – Petani dari beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Gantarang, Bulukumba, Jumat (20/07/2018) pagi terlihat berkumpul di salah satu bendungan irigasi pertanian.

Rupanya mereka berbondong-bondong datang ke bendungan tersebut untuk bekerja bakti, membantu operator excavator, alat berat yang telah mereka sewa dari hasil patungan uang pribadinya sesama petani sebesar Rp.35 Juta.

Loading...

Alat berat tersebut untuk perbaikan Bendungan Bontomate’ne, salahsatu bendungan yang berada di Sungai Bialo. Bendungan tersebut sudah tidak dapat menampung air sejak terkena banjir beberapa waktu lalu.

Dampaknya, lahan persawahan warga di beberapa desa dan kelurahan seperti Desa Padang, Desa Bontomacinna, maupun Kelurahan Jalanjang, tak mendapat aliran air.

Akibatnya padi warga menjadi kekeringan, bahkan terancam mati.

“Kalau pemerintah ditunggu, mati-mi padi baru diperbaiki. Jadi kita kumpul uang, disesuaikan dengan luas sawah masing-masing, untuk sewa excavator Rp 35 juta,” ujar H Rahang, salahsatu petani.

Uang pembayaran alat berat tersebut dicicil oleh warga dengan kesepakatan dua kali bayar, separuhnya dibayar saat masa pengerjaan dan sisanya setelah masa panen mendatang.

H Tahang menjelaskan, jumlah lahan persawahan yang menggantungkan sumber perairannya di bendungan tersebut sekitar 300 hektare.

Kekurangan air tersebut juga membuat beberapa petani menggunakan pompa air untuk mengairi sawahnya.

“Itu kalau dekat dari sungai. Kalau yang jauh, kita tidak bisa berbuat apa-apa. Rata-rata padi yang terkena dampaknya, itu berumur 40 hari. Maumi berbuah,” jelasnya.

Perbaikan bendungan tersebut ditarget selesai dalam waktu tiga hari kedepan, pasalnya jika lebih dari seminggu, dapat dipastikan padi milik warga bakal mati.

Baca juga: Kadis PSDA Bantah Pemerintah Cueki Irigasi di Gantarang, Begini Reaksi Petani

 

Loading...