Innalilahi, Airin Bayi Gizi Buruk di Bulukumba Meninggal Dunia

oleh

BULUKUMBA, BBC – Airin, bayi penderita gizi buruk di Kabupaten Bulukumba yang tengah menjalani perawatan di RSUD Andi Sultan Dg Radja dikabarkan meninggal dunia.

Rabita, salah seorang tenaga medis yang mendampingi bayi malang itu saat dikonfirmasi Beritabulukumba.com membenarkan kabar tersebut. Dirinya mengatakan Airin menghembuskan nafas terakhirnya di ruang perawatan RSUD pukul 03:00 WITA Dini hari tadi, Selasa 24 Juli 2018.

Loading...

“Waalaikum Salam…Iyye Meninggal ki
Tadi jam 3 Subuh di Rumah Sakit,” katanya via pesan WhatsApp, Selasa (24/08/2018) malam.

Padahal lanjutnya, kondisi bayi yang lahir premature kembar tersebut sebelumnya sudah membaik dengan bertambahnya berat badan, namun seiring menjalani perawatan, Airin mengalami Diare dan sesak hingga akhirnya ajalpun menjemputnya.

“Padahal membaik mi. Tapi Allah menyayangi Airin,” tambahnya.

Baca Juga: Himpitan Ekonomi, Airin Menderita Gizi Buruk Selama Bulan Hanya Diberi Air Tajin

Baca juga: Fakta Bayi Gizi Buruk di Bulukumba, Dapat Perhatian Setelah Kembarannya Meninggal

Seperti diketahui, Bayi pasangan Ani dan Wandi warga Lingkungan Kalamassang, Kelurahan Mariorennu, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba lahir dengan kondisi premature kembar di RSUD Sultan Daeng Radja Bulukumba Januari 2018 lalu.

Sayangnya, Ainun saudari kembar Airin berpulang ke sang pencipta lebih dulu lantaran sakit yang dideritanya.

Sebelumnya juga bayi kembar malang tersebut begitu menghebohkan publik di kabupaten Bulukumba, lantaran ketahuan menderita gizi buruk saat Bayi Ainun meninggal.

Yang lebih mirisnya lagi, sebelum menjalani perawatan di RSUD, Airin dan Ainun hanya di rawat seadanya di rumah gubuk yang merupakan rumah singgah bagi petani rumput laut di Kelurahan Mariorennu. Parahnya, selama dirawat di tempat tersebut Airin dan Ainun hanya diberi konsumsi air tajin (rebusan beras) sebagai pengganti susu selama enam bulan sejak di kembar lahir.

Apalagi kendala himpitan ekonomi dan keterbatasan pengetahuan yang mendera Keluarga ini sangat menyayat hati, memaksa mereka tak bisa berbuat apa-apa.

Loading...