BP3TKI Resmi Buka Klinik CTKI di RSUD Andi Sultan Daeng Radja

oleh

BULUKUMBA, BBC – Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Provinsi Sulawesi Selatan resmi membuka klinik pelayanan pemeriksaan kesehatan bagi Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) yang akan keluar negeri di RSUD Andi Sultan Daeng Radja. Kamis (02/08/2018).

Peresmian Klinik CTKI ini ditandai dengan pengguntingan pita langsung oleh Bupati AM Sukri Sappewali didampingi Ketua DPRD Andi Hamzah Pangki, Plt Direktur RSUD Abdurrajab, dan Kepala BP3TKI Sulsel Agus Bustami.

Loading...

Kepala BP3TKI, Agus Bustami mengatakan Klinik CTKI yang ada di RSUD Bulukumba ini merupakan klinik kedua di Sulawesi Selatan yang akan melayani pemeriksaan kesehatan untuk calon TKI.

Agus Bustami mengungkapkan jika proses pengurusan Klinik CTKI di RSUD H Andi Sulthan Daeng Radja terbilang cepat, hanya dalam waktu dua tahun izin dari Kemenkes sudah terbit. Untuk mendapatkan surat keterangan sehat, calon TKI tidak boleh sembarang menggunakan fasilitas kesehatan, harus menggunakan klinik utama yang telah ditunjuk.

“Saat ini ada 150 ribu TKI di luar negeri. TKI paling banyak berada di Malaysia sebanyak 130 orang, sisanya terbagi di Eropa, Amerika, Jepang dan Korea,” ungkap Agus Bustami.

Ke depan, Agus Bustami berharap TKI tidak lagi di sektor perkebunan, tapi bisa melirik sektor lainnya seperti menjadi tenaga kesehatan di luar negeri.

“Lulusan tenaga kesehatan kita sekitar 87 ribu, namun yang terserap hanya 14 persen. Nah ini harus kita pikirkan bersama bagaimana tenaga-tenaga kesehatan tersebut diberi peluang bekerja di luar negeri seperti Jepang dan Korea Selatan,” bebernya.

Sekedar diketahui, bagi calon TKI yang akan memeriksakan kesehatan di RSUD lebih murah dengan tarif Rp 225 ribu dibanding di RSUD Andi Makkasau kota Pareo sebesar Rp 350 ribu.

Loading...