Gara-Gara Tambang Ilegal, 100 Hektar Sawah di Ujungloe Terancam Gagal Panen

oleh

BULUKUMBA, BBC – Sekitar 100 Hektar Sawah di desa Lonrong, kecamatan Ujungloe, kabupaten Bulukumba terancam gagal panen lantaran tak mendapatkan suplai air.

Menurut petani, sawah mereka tak kena air sebab irigasi yang ada pada area sungai Balantieng tersebut rusak oleh aktivitas pertambangan yang marak. Dampak tambang tersebutlah yang merusak irigasi.

“Kurang lebih 100 hektar sawah. Semua terancam gagal panen,” kata Syahrul Ramadhan salah seorang petani kepada Beritabulukumba.com, Minggu (05/08/2018).

Bahkan kata Syahrul mewakili puluhan petani menyebut, aktivitas tambang yang sudah berlangsung lama itu disinyalir merupakan tambang ilegal karena dilakukan oleh oknum perorangan bukan perusahaan.

“Iye perorangan. Bukan perusahaan yang melakukan penambangan,” tambahnya saat meninjau sawah bersama puluhan petani lainnya.

Para petani resah, mereka telah mengadukan permasalahan ini ke pemerintah kabupaten serta instansi terkait.

Bahkan pada April lalu wakil bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto sudah meninjau langsung lokasi sawah bendungan dan kegiatan tambang, namun sampai hari ini pemerintah belum bersikap. Ironisnya, kegiatan tambang ilegal itu justru terus berlangsung padahal ada Satgas tambang liar yang telah dibentuk.

Petani tak tinggal diam, mereka tak ingin gagal panen berupaya mencari solusi perbaikan irigasi dan membeli lahan jalur irigasi senilai Rp. 125 juta dari hasil patungan. Sayangnya jalur irigasi alternatif tersebut tak berdampak.

“Tidak ada hasilnya ye, karna kegiatan penambangan berlansung terus,” tukas Syahrul.

Kini para petani tersebut tak tahu lagi harus berbuat bagaimana agar para penambang liar tersebut menghentikan aktivitas yang berdampak ke lahan sawah sumber penghasilan utama petani untuk makan.

Mereka hanya mampu terdiam dan sesekali mengecek sawahnya, berharap ada keajaiban melalui respon pemkab yang memiliki Satgas tambang liar.

“Kita khawatirkan terjadi konflik antara petani dan penambang yang ada. Kami petani butuh kehadiran pemerintah di sini mengambil langkah penyelesaian yang cepat dan tepat,” tandas Syahrul.

Untuk Diketahui

Saat ini pemerintah kabupaten Bulukumba memiliki Satgas Tambang Liar yang didalamnya ada instansi pemerintah (Dinas Lingkungan Hidup) dan pihak kepolisian.

Satgas ini dibentuk beberapa waktu lalu langsung oleh Bupati Bulukumba AM. Sukri Sappewali yang dikhususkan menangani penambang ilegal yang memang bandel beroperasi di wilayah kecamatan Ujungloe.