Kebakaran Maut Bulukumba: Banyak Angkat Hape Kurang Ember (Membantu)?

oleh

BULUKUMBA, – Fenomena era digital sepertinya telah mengubah gaya hidup dan kebiasaan masyarakat, tak terkecuali saat bencana alam atau musibah. Warga (net) ramai dan berlomba melaporkan kejadian di lokasi.

Seperti yang menjadi sorotan saat musibah kebakaran maut, yang menewaskan 1 orang di Kabupaten Bulukumba, Sulsel, Kamis malam (30/8). Laporan langsung warganet di lokasi kejadian, Jalan Ir Soekarno tersebut memang membantu menyebarkan informasi.

Loading...

Sejumlah warga juga sekadar mengabadikan moment tersebut. Namun, di balik niat untuk membantu mengedarkan informasi itu juga tak luput dari sorotan.

Sejumlah warga menyesalkan banyaknya netizen yang lebih cenderung merekam gambar dibanding memberikan bantuan atau pertolongan. Seperti yang diungkap oleh Akbar Abba di salah satu forum diskusi warga Bulukumba via WA, Grup Accarita.

“Seandainya semua orang yang merekam itu masing-masing pegang ember ta satunya kemudian bantu itu pemadam pasti sedikit bisa padam lebih cepat apinya,” tulisnya.

“Sangat ironis sekarang, orang seharusnya butuh pertolongan dan kerja sama untuk madamkan api. Tapi ternyata hanya berlomba untuk merekam kejadian yang seharusnya butuh kerjasama untuk menolong. Sungguh sangat disayangkan jaman memang sudah sangat berubah dari kata tolong menolong dan kerja sama,” tambah Andi Manangkasi.

Sementara pada kejadian itu, menurut Dian, satu warga ikut terluka karena membantu petugas pemadam. “Sempat adami pemadam yang lakukan jangan berburuk sangka dulu,” timpal warga lain.

“Situasi di lapangan yg tdk memungkinkan untuk bawa ember dan menyiram (walaupun ada beberapa yang melakukan itu)…dengan kobaran api yang sekali membesar….Jadi bukanx tidak ada yag menolong,” tulis Rudy Tahas.

Selain itu warga juga menyayangkan adanya gambar bermuatan ‘sadisme” yang beredar. “Foto korban terpanggang api tidak seharusnya diedarkan. Bagaimana perasaan keluarga kodong,” sedih Ardiansyah.

Loading...