Nikahi Polwan Muslimah? Ahok Harus Masuk Islam dan Izin Atasan Pujaan Hati

oleh

JAKARTA – Kabar pernikahan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan seorang polwan cantik, Bripda Puput Nastiti Devi yang pernah menjadi ajudan mantan istrinya, Veronica Tan, menjadi perbincangan hangat. Berita tersebut mengagetkan banyak pihak karena pilihan hati Ahok jatuh kepada perempuan yang pernah dekat dengan mantan istrinya.

Sayangnya kabar pernikahan dengan Bripda Puput belum terkonfirmasi resmi oleh pihak keluarga besar Ahok. Pihak keluarga belum angkat bicara tentang sosok calon pendamping hidup Ahok selepas dari penjara.

Loading...

Namun beberapa tokoh dan petinggi di Jakarta membenarkan bahwa Bripda Puput Nastiti Devi (PND) adalah tunangan Ahok. Seperti dikatakan Ruhut Sitompul setelah menerima kabar dari Prasetyo Edi Marsudi, Ketua DPRD DKI Jakarta. Dari info itu Ruhut mengatakan Ahok akan menikah pada Januari 2019 mendatang.

“Kita tahunya kabar itu waktu tim jubir ngumpul, Minggu lalu. Si Pras (Ketua DPRD DKI Jakarta) kasih tahu kalau Ahok akan menikah dengan Polwan, Januari mendatang,” kata Ruhut dilansir dari Detik.com.

Kisah cinta Ahok dan Bripda Puput kabarnya bersemi saat Bripda Puput menjenguk Ahok di penjara. Selain ucapan selamat, kabar pernikahan Ahon juga masih menyimpan tanda tanya.

Bripda Puput Nastiti Devi, diisukan calon istri Ahok

Bripda Puput Nastiti Devi adalah perempuan muslimah dan seorang anggota Polri. Untuk menikahi harus mengikuti syarat aturan di tubuh kepolisian.

Warganet juga mempertanyakan status beda agama keduanya, kesiapan Ahok untuk memeluk Islam jika ingin akad nikah dengan Bripda Puput. Ahok yang lahir di Manggar, Belitung Timur, 29 Juni 1966 silam, kini telah berusia 52 tahun. Sedangkan gadia cantik Bripda Puput kini baru berusia 21 tahun.

“Saya masih tanda tanya dengan berita Ahok dan Puput. Artinya pernikahan beda agama. Ahok harus meluk Islam atau sebaliknya,” komentar Nusiyah di sebuah forum diskusi online.

Sementara pernikahan beda usia 31 tahun itu juga harus direstui atasan Bripda Puput. Sejumlah prosedur yang harus dilewati Bripka PND sebelum menikah.

“Kalau dia mau nikah, ada namanya sidang nikah. Nanti disidang sama atasannya. Kalau seperti ini, kan ada anggota saya nih mau nikah, dia kan izin juga kepada saya,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto, Kamis (6/9/2018) dinukil dari Detik.com.

Setyo bahkan mengatakan atasan bisa menolak izin bawahannya untuk menikah. Jika tetap menikah, kata Setyo anggota Polri itu bisa mendapat sanksi.

“Misalnya dia mau kawin sama suami orang, atau dia kawin sama istri orang. Atau dulu pernah ada junior saya, dia baru lulus mau kawin sama perempuan yang umurnya 40 tahun lebih. Itu kan bedanya jauh banget, ya kita gak izinkan,” ungkapnya.

Bripda Puput berasal dari Nganjuk, Jawa Timur. Sebelum bertugas di Mabes Polri, Bripda PND pernah aktif di Polda Metro Jaya.

Loading...