Festival Pinisi 2018: Ritual Peluncuran Perahu “Annyorong Lopi”

oleh
Ritual Annyorong Lopi fi Tanah Lemo Bulukumba. Foto by Rahman

BULUKUMBA – Prosesi peluncuran Pinisi merupakan ritual terakhir dalam tahapan pembuatan perahu di Kabupaten Bulukumba. Ritual ini sekaligus menandai bahwa sebuah perahu pinisi segera mengarungi samudera luas.

Warga beramai menarik sebuah kapal pinisi yang baru saja dikerjakan. Perahu pinisi dikenal perkasa kala mengarungi laut luas.

Loading...

Tak cuma fisik kapalnya, pinisi sebelum diluncurkan juga dipercaya harus mengikuti berbagai ritual. Masyarakat pembuat perahu pinisi secara turun temurun melakukan prosesi.

Mulai dari pemilihan kayu, pembuatan, pengerjaan hingga pemasangan mesin. Tak cuma itu, pembuat perahu juga harus mengetahui hari baik untuk memulai pengerjaan. Tahapan demi tahapan dari pemilihan kayu, pemotongan hingga peletakan lunas harus melalui ritual.

Ritual ini biasanya melibatkan ahli pembuat pinisi atau biasa disebut panrita lopi. Sebelum peluncuran, digelar prosesi appasili atau tolak bala. Pembuat kapal dan sanro (dukun), serta tamu khusus dan tokoh masyarakat duduk berhadap-hadapan di atas geladak kapal.

Prosesi ini ditandai dengan pemercikan ramuan ke kapal. Puncak ritual sebelum peluncuran adalah penetapan dan pemberian pusat pada pertengahan lunas perahu yang disebut ammossi. Prosesi peluncuran perahu dilakukan bersama-sama menggunakan tenaga warga secara gotong royong.

Festival Pinisi ke-9 tahun ini juga memasukkan agenda ritual peluncuran Pinisi. “Annyorong Lopi” itu digelar Kamis (13/9/2018) di Lingkungan Tokambang Kelurahan Tanah Lemo Kecamatan Bontobahari.

Loading...