Kementerian PANRB: PNS Jangan Berpikir yang Penting Dapat Pensiun

oleh

BEKASI – Ada yang menarik dari pernyataan Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Umum Kementerian (PANRB) Sri Rejeki Nawangsasih saat pembukaan Diklat Pendidikan Karakter ASN Masa Kini di Rumah Perubahan, Bekasi, Rabu (12/9). Menurutnya ASN atau PNS di era saat ini harus kompetitip.

Dia pun menyinggung tentang adanya PNS yang masih berpikiran sempit. “ASN zaman sekarang harus memiliki kompetensi tinggi. Jangan sampai ASN sekarang masih memiliki pemikiran ‘yang penting dapet pensiun’,” katanya.

Menurutnya, setiap ASN harus dapat menguasai kompetensi teknis dasar, yakni IT, bahasa asing, hospitality, networking, dan entrepreneurship. Dia berharap, jiwa mau berkembang dan kompetitif itu dapat mewujudkan SMART ASN 2024.

Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bekerja sama dengan Rumah Perubahan melaksanakan kegiatan Diklat Pendidikan Karakter ASN Masa Kini dengan fokus pada kompetensi hospitality dan entrepreneurship. “Salah satu alasan Kementerian PANRB bekerja sama dengan Rumah Perubahan adalah karena program socioentrepreneurship,” ujarnya.

Diklat yang diikuti oleh 67 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian PANRB ini dilaksanakan selama dua hari.Diklat yang dilakukan di tempat milik Rhenald Khasali ini bertujuan untuk meningkatkan keramahtamahan, kerja sama, sikap dan perilaku melayani, berinovasi, serta kreatif dalam melaksanakan tugas pemerintahan pada CPNS Kementerian PANRB.

Nawangsasih juga berharap agar ASN di Kementerian PANRB tidak terkotak-kotak. “Agar Kementerian PANRB dapat menjadi role model bagi kementerian/lembaga lain, terutama dalam program-program pengembangan,” imbuhnya.
Dikatakan pula bahwa jika CPNS Kementerian PANRB dapat terus mengikuti perubahan yang ada, memiliki komitmen tinggi, tanggung jawab, serta mau belajar, maka dapat menjadi pengganti pelaksana birokrasi di masa yang akan datang dan dapat melakukan perubahan.

Salah satu CPNS Kementerian PANRB Mohammad Ammar Hanif mengungkapkan pendapatnya dalam mengikuti kegiatan ini. “Dengan adanya diklat ini, saya berharap agar teman-teman CPNS dapat mempertahankan idealisme ASN Zaman Now yang memiliki pola kerja berbeda agar lebih aktif, bersinergi, dan profesional. Selain itu, kemasan yang menarik melalui pembelajaran studi kasus dan paparan yang menarik dapat dipahami dengan mudah,” ungkapnya.

Selain itu, ditambahkan pula agar rekan-rekan CPNS dapat bekerja dengan melihat kepada visi dan misi organisasi serta mengetahui tujuan yang akan dicapai. “Karena dengan menyadari potensi dalam diri masing-masing, kita dapat bekerjasama untuk melengkapi satu sama lain dan dapat mencapai tujuan utama dari Kementerian PANRB,” tambahnya.

Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari Latihan Dasar CPNS dan masing-masing peserta akan diberikan penilaian di akhir kegiatan. Penilaian ini kemudian akan dilaporkan kepada Lembaga Administrasi Negara (LAN) sebagai salah satu syarat kelulusan latsar CPNS dengan komposisi nilai sebesar 20%. (rilis)