Menkominfo Rudiantara: 20 Ribu Teknisi untuk Revolusi Industri 4.0

oleh
Menkominfo Rudiantara. Foto ist

JAKARTA – Negara Indonesia memiliki tantangan yang berbeda mengenai proses pembangunan infrastruktur untuk akses jaringan internet cepat. Tantangannya adalah kondisi geografis Indonesia yang terdiri dari ribuan pulau kemudian terpisah antara satu dengan lainnya. Oleh karena itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika menerapkan kebijakan afirmatif, termasuk dalam penyiapan sumber daya manusia.

Hal itu disampaikan Menkominfo Rudiantara, pada talkshow Canisius Education Fair, di Sekolah Canisius, Jakarta, Sabtu (15/9/2018).

Loading...

Menyoal arus kemajuan ekonomi digital yang semakin pesat. Rudiantara beranggapan, dengan bonus demografi yang dimiliki Indonesia maka pada tahun 2030 diperkirakan bakal membawa ke posisi puncaknya.

Untuk mempersiapkan masa puncak kemajuan ekonomi digital di Tanah Air, Rudiantara menilai perlu dipenuhi aspek pendukungnya. Alasan tersebut, ucap Rudiantara, yang membuat pemerintah Indonesia saat ini menerbitkan affirmative policy.

“Tahun depan kami memiliki program untuk mencetak 20 ribu teknisi IT yang bagus. Kerja sama dengan Cisco, Microsoft, Google serta perguruan tinggi (di Indonesia) untuk membuat kursus skill,” ucap Rudiantara.

Menurut Rudiantara, pengembangan SDM IT menjadi perhatian pemerintah agar menyiapkan Indonesia menghadapi Revolusi Industri 4.0 dan ekonomi digial. Kebijakan afirmatif ini dilakukan dengan cara memberikan beasiswa training bagi lulusan SMA dan vokasi.

“Tujuannya, pasca training mereka memiliki keterampilan untuk menjadi teknisi yang dibutuhkan perusahaan teknologi. Kami tidak dalam proses menciptakan engineer, tetapi teknisi yang siap bekerja langsung ke dunia digital,” tandasnya.

Kementerian Kominfo membuka peluang siswa dari seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan ini dengan syarat tertentu. “Pesertanya bisa dari mana saja, yang dari wilayah Timur juga diajak. Ada standar minimum untuk masuk kelas ini,” tambahnya.

Kementerian Kominfo melakukan percepatan pembangunan infrastrkutur akses internet dengan kebijakan afirmatif untuk memastikan pemerataan infrastruktur telekomunikasi dan internet.

“Dengan membangun jaringan tulang punggung (backbone broadband) untuk akses internet berkecepatan tinggi. Satelit Palapa ring di Papua ada 41 kabupaten yang dibangun. Targetnya tahun 2019 ada 514 kabupaten sudah terhubung dengan internet berkecepatan tinggi,” ujar Rudiantara.

Rudiantara mengungkapkan, secara information communication technology (ICT), Indonesia masih menempati peringkat keempat soal pembangunan infrastruktur akses jaringan internet. Pembangunan infrastruktur telekomunikasi Palapa Ring ditargetkan nantinya mampu menjangkau 440 kota dan kabupaten di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, Satelit Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer. Palapa Ring terdiri dari tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) serta satu backhaul untuk menghubungkan semuanya.

Kemudian, Kementerian Kominfo membangun dan menyediakan akses internet di sekolah, puskesmas dan kantor desa di seluruh Indonesia. Sarana itu dinilai patut dapat merasakan sebab internet juga memberikan manfaat ke belajar mengajar agar para pelajar di bisa mencari solusi, bukan hanya menjadi menghafal.

Dukungan lainnya guna menyiapkan Indonesia pada masa puncak arus ekonomi digital dengan mengubah posisi pemerintah tidak hanya sebagai regulator, namun ikut melakukan fungsi fasilitator dan akselerator.

Rudiantara menuturkan, peran fasilitator dilakukan dengan mewadahi start up melalui Venture Capital sehingga terus berkembang. Sementara fungsi akselerator dilakukan dengan membuat program 1000 start up digital produk domestik serta dukungan teknisnya.

“Ekosistem ekonomi digital di Indonesia sudah mulai membaik. Dapat dilihat dari negara yang membantu dan mendukung start up untuk mempermudah perizinan, pendanaan serta pasar juga menjanjikan,” kata Rudiantara. (PR)

Loading...