Mirip Pengungsi, Siswa SMPN 22 Bulukumba Belajar di Bawah Tenda

oleh
Siswa SMPN 22 Bulukumba belajar di bawah tenda. Foto by Samsir

BULUKUMBA – Tuntutlah ilmu walaupun ke negeri China. Semangat pepatah ini sepertinya tepat menggambarkan perjuangan guru dan siswa SMPN Negeri 22 Bulukumba, Sulsel.

Pada Senin, 17 September 2018, mereka kembali menjalani rutinitas belajar mengajar di bawah tenda biru. Mungkin tenda ini lebih baik dari tenda-tenda darurat pengungsian. Beralaskan tikar seadanya, bahkan sebagian duduk di atas rumput.

Loading...

“Anak-anak, kita harus tetap belajar. Inilah kelas kita sekarang,” ucap salah seorang guru menguatkan semangat para siswa. Sang guru pun akhirnya meneteskan air mata kala seorang siswa bertanya.

“Jangan bertax pada guru nak karena kau rasakan akan kurasakan juga sebagai ibu guru, dan pertanyaan itu saya tidak mampu jawab, bukan kapasitas saya yang menjawab,’ sedih sang guru tersebut.

Keresahan, kegelisan serta keharuan yang sangat mendalam pun memuncak kala siswa melanjutkan pertanyaannya. “Kenapa pemerintah tidak pernah datang melihat kita,” tanya siswa. “Tidak tau juga,” jawab ibu guru dengan meneteskan air mata.

Kisah pilu pendidikan Indonesia ini pun ramai dibagikan warganet. Mereka meminta agar pemerintah turun tangan memberi solusi pasca penyegelan sekolahnya di Desa Bontobiraeng Kecamatan Kajang Kabupaten Bulukumba oleh penggugat, bernama Hj Asia sekeluarga.

Loading...