Demo Lanjutan, Mahasiswa Sebut Bupati Bulukumba Terlibat Dugaan Suap Kasus 49 M

oleh

MAKASSAR, BBC – Puluhan Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa Sulawesi Selatan (PPM SULSEL) kembali berunjuk rasa di kantor kejaksaan tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan. Jalan Selasa (26/09/2018).

Aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari PPM Sulsel yang sebelumnya menggelar aksi. Kali ini mereka datang menagih janji dan sejauh mana kasus ditangani pihak Kejati terkait kasus dugaan suap proyek irigasi di kementerian PUPR sebesar 49 Miliar, yang saat ini masih menjadi perbincangan hangat publik di kabupaten Bulukumba.

Loading...

Dalam aksinya, mahasiswa mengatakan kurang lebih 4 bulan berlalu sejak viralnya pengakuan Oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Dinas Pendidikan Kab Bulukumba yang diberikan Rekomendasi Oleh Bupati Bulukumba dalam Pengurusan proyek tersebut.

Menurut mahasiswa pihak Kejati seolah membiarkan begitu saja kasus ini dengan tidak adanya ketegasan dan tindak lanjut untuk mendalami persolan tersebut.

“Oknum ASN berkeliaran begitu saja, yang paling ironi belum cukup 1 minggu yang lalu kini Oknum ASN tersebut kembali menghebohkan dan mengeluarkan peryataan akan kebenaran dari postinganya berapa bulan yang lalu,” ujar Ahmad Yani, Jendral Lapangan dalam aksi itu.

Lanjutnya, peryataan yang begitu meyakinkan akan suap dalam pengurusan proyek tersebut, seolah mempermainkan hukum karna tidak adanya ketegasan dari supremasi Penegak Hukum.

Upaya menyelamatkan uang negara dan ketegasan dalam penegakan tindak pidana Korupsi yang sejatinya merupakan kejahatan luar biasa. Bahkan mahasiswa dalam tuntutannya mahasiswa juga menyebutkan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali diduga terlibat dalam kasus dugaan suap tersebut.

“Segera panggil Bupati Bulukumba dan Oknum ASN yang terlibat dalam indikasi suap proyek irigasi Dana DAK 49 Miliyar.
Kejati jangan mencederai penegakan supremasi penegakan hukum dengan cara meperjual belikan undang-undang
menantang kejati Sulselbar untuk mengusut tuntas kasus 49 Miliard sampai ke akar-akarnya,” tandas Ahmad Yani.

Sementara, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin yang menerima aspirasi puluhan mahasiswa, menurut Ahmad Yani menegaskan Minggu kemarin sudah turun mencari oknum ASN tersebut, untuk mengumpulkan beberapa keterangan.

“Dan selanjutnya akan memanggil Bupati Bulukumba, karena kasus ini sudah ada perintah dari kepala kejaksaan tinggi untuk menindak lanjuti,” tegas Ahmad Yani seusai audiance dengan Salahuddin.

Seperti diketahui juga, kasus dugaan suap dana 49 M proyek irigasi dari kementerian PUPR mencuat setelah salah seorang ASN di Bulukumba bernama Andi Ichwan AS mengunggah sebuah status di akun Facebook miliknya beberapa waktu lalu.

Dalam status tersebut ia menuliskan tentang dugaan suap untuk pencairan dan DAK penugasan tahun anggaran 2017 di kementerian PUPR.

Namun, informasi terbaru menyebut oknum ASN tersebut saat ini telah melaporkan kasus dugaan suap tersebut langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu.

Loading...