Kejati Segera Periksa Bupati Bulukumba, Terkait Kasus Dugaan Suap 49 M

oleh
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin saat menerima aspirasi puluhan mahasiswa.

MAKASSAR, BBC – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Selatan Barat menegaskan dalam waktu dekat akan segera memanggil Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan suap proyek irigasi di kementerian PUPR.

Hak tersebut diutarakan Jendral Lapangan aksi, Ahmad Yani sesuai hasil audiance dengan Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sulselbar, Salahuddin yang menerima aspirasinya bersama puluhan mahasiswa PPM SulSel yang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejati, Jl Urip Sumoharjo, terkait kasus tersebut.

Loading...

“Minggu kemarin sudah turun mencari oknum ASN tersebut, untuk mengumpulkan beberapa keterangan,” Ujar Ahmad Yani menirukan perkataan Salahuddin, Selasa (25/09/2018).

Lebih lanjut Ahmad Yani yang merupakan mahasiswa asal Bulukumba, menjelaskan pihak Kejati akan segera melakukan pemanggilan terhadap Bupati Bulukumba.

“Dan selanjutnya akan memanggil Bupati Bulukumba, karena kasus ini sudah ada perintah dari kepala kejaksaan tinggi untuk menindak lanjuti,” tegas Ahmad Yani.

Seperti diketahui, kasus dugaan suap dana 49 M proyek irigasi dari kementerian PUPR mencuat setelah salah seorang oknum ASN di Bulukumba bernama Andi Ichwan AS mengunggah sebuah status di akun Facebook miliknya beberapa waktu lalu.

Dalam status tersebut ia menuliskan tentang dugaan suap untuk pencairan dan DAK penugasan tahun anggaran 2017 di kementerian PUPR.

Informasi terbaru menyebut oknum ASN tersebut saat ini telah melaporkan kasus dugaan suap tersebut langsung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) beberapa waktu lalu. Dalam laporannya seorang oknum pengusaha ternama juga disebut sebut terlibat dalam skandal proyek yang diduga merugikan negara miliaran rupiah.

Loading...