Isu Gempa Tsunami di Bulukumba Hoax, Bupati Imbau Warga Tenang dan Kembali ke Rumah Masing-masing

oleh
Bupati Bulukumba, A.M. Sukri A. Sappewali I Foto : Felix

BULUKUMBA, BBC – Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali mengimbau seluruh masyarakat di Bulukumba untuk tetap tenang dan tidak percaya kepada informasi informasi beredar di Sosial Media Facebook yang tidak jelas mengatakan gempa dan tsunami bakal melanda pesisir Bulukumba.

Hal tersebut dilontarkan Bupati setelah kepanikan hebat terjadi dikalangan warga yang merasakan getaran di beberapa wilayah bagian timur Bulukumba.

Loading...

Getaran tersebut berasal dari gempa bumi bermagnitudo 3,1 SR yang terjadi di timur laut, kabupaten Sinjai, Senin (01/10/2018) malam, membuat warga banyak yang keluar rumah dan berlarian hendak mengungsikan diri ke dataran tinggi.

Melalui sambungan radio Handy Talkie (HT) dan pengumuman di masjid, Bupati segera memerintahkan jajaran aparatnya untuk menenangkan warga yang panik agar kembali ke rumah masing-masing.

Video Imbauan Bupati Bulukumba

#Dengarki #Bupati Bulukumba#Bhwa berita Gempa It HoAx

โพสต์โดย Ikhaa RizkhaWaty Alfhy เมื่อ วันจันทร์ที่ 1 ตุลาคม 2018

Untuk diketahui, dari pantauan beritabulukumba.com, informasi tidak bertanggung jawab tentang isu gempa dan tsunami bakal melanda kawasan pesisir Bira, Bulukumba mulai seliweran di Sosial Media Facebook pada Senin (01/10/18) siang,
Seperti Ini:

[Rsc: FACEBOOK]

Isu hoax yang sama juga sempat terjadi di kabupaten Polman dan Majene, Sulawesi Barat, dan Pinrang, Sulawesi Selatan.
Di sana warga juga sempat panik berlebihan. Beruntung pemerintah setempat cepat mengeluarkan pernyataan bahwa informasi tersebut tidak benar.

Video Imbauan Bupati Polman:

Pernyataan Bapak Bupati Polman. Tlg di simak.

โพสต์โดย Yosep Sambokaraeng เมื่อ วันอาทิตย์ที่ 30 กันยายน 2018

Melihat hal tersebut netizen diharapkan bijak dalam menelaah informasi di Sosial Media, dahulukan “cek and ricek” sebelum menyebar atau membagikan sebuah postingan informasi, apalagi mengenai bencana alam, dibutuhkan kedewasaan dan kebijaksanaan netizen.

Loading...