Rocky Gerung: Ukuran Mendukung adalah Jari, Dungu

JAKARTA – Pengamat politik yang kini sedang naik daun Rocky Gerung, membuat kicauan di Twitter soal dukungan. Menurutnya, kedunguan terjadi saat jari menjadi ukuran dukungan.

“Ukuran mendukung adalah jari. Dungu :),” tulisnya Rabu 6 Februari 2019. Status Rocky ini pun mendapat banyak tanggapan warganet.

Beberapa tangkapan layar soal status itu juga tersebar di sosial media. Warganet menilai status itu bertujuan untuk membantah bahwa Rocky Gerung mendukung paslon Presiden RI Nomor urut 1, Jokowi-Ma’ruf.

Hal itu diberitakan sejumlah media online setelah Rocky Gerung bersama Akbar Faisal dan Donny Gahral Adian mengangkat satu jari usai acara ILC beberapa waktu lalu. Seperti diketahui, dlaam acara ILC, Selasa 5 Februari, mantan dosen filsafat UI ini melakukan klarifikasi soal pernyataannya tentang Kitab Suci Adalah Fiksi.

Ia pun berani membongkar definisi sebuah kata yang selama ini disalah pahami masyarakat.. “Saya perlu memahamkan terlebih dahulu apa itu Fiksi, karena akhir-akhir ini kita disibukkan oleh pidato Prabowo tentang Indonesia di tahun 2030,” katanya. “Banyak yang mengolok-olok, ‘ah, itu data dari buku fiksi kok dipercaya.'”

Peserta di ruang ILC diam, mendengarkan. “Padahal yang mengolok-olok inilah yang dungu. Mereka gak bisa bedakan antara FIKSI dengan FIKTIF,” tambah Rocky.

Fiksi adalah sesuatu yang bisa meledakkan daya imajinasi otak terhadap masa depan. Sedangkan, Fiktif artinya kebohongan. “Sekarang saya mau tanya, kitab suci itu fiksi apa bukan…?,” tanyanya.

Ruangan terdiam di forum ILC. Prof Rocky tersenyum.. “Siapa berani jawab…?” Masih hening.

“Kitab suci itu fiksi,” tutur guru besar UI tersebut. Akbar Faisal melakukan interupsi. “Sebentar, Pak Rocky. Saya berusaha memahami kata-kata Anda,

Iklan Iklan
tapi kali ini saya sebagai orang Islam tak bisa terima bahwa kitab suci saya, Al-Qur’an, dianggap sebagai fiksi. Padahal saya merasakan sendiri kalau Al-Qur’an itu fakta. Terjadi pada kehidupan saya. Statemen Anda bisa bermasalah.” kata politisi Partai NasDem itu.

“Makanya dengarkan dulu penjelasan saya, orang seperti Anda, sering salah kaprah,” jawa Rocky Gerung.

Menyandingkan kata FIKSI dengan kata FAKTA. Padahal sebenarnya FIKSI itu sandingannya dengan REALITA. Sesuatu dalam karya fiksi yang belum menjadi realita saat ini, bukan berarti itu bohong.

“Bisa jadi akan benar-benar terjadi di masa depan. Sedangkan kata FAKTA itu lawannya FIKTIF. Ketika saya bilang pemerintah tidak impor beras, itu FIKTIF, karena FAKTA-nya impor,” jelas Rocky.

Nampak beberapa peserta di studio menganggukkan kepala. “Seperti yang saya ungkap tadi, fiksi adalah narasi yang bersifat imajiner, mengarah ke masa depan, hingga para pembaca bisa berimajinasi tentang hal tersebut. Contoh dalam kitab suci mengatakan tentang keindahan surga, yang diperuntukkan untuk orang yang suka beramal baik,” rincinya lagi.

“Kita belum merasakannya, tapi kita bisa membayangkan seperti apa keindahan di surga. Hingga orang-orang berlomba berbuat baik. Itu fiksi. Saya berani berkata kitab suci itu fiksi atas dasar definisi tersebut,”jelasnya.

“Barulah kalau saya bilang bahwa kitab suci itu FIKTIF, saya bisa dipenjara. Karena dengan kata lain saya bilang kitab suci itu bohong,” kata Rocky.

Pengertian Fiksi:
Fiksi adalah sebuah Prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan MENGANDUNG KEBENARAN yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.

Rocky Gerung

Penulis: 
    author

    Posting Terkait