Terlambat, Pelajar di Sekolah Sinjai Ini Dihukum Ngaji 1 Juz

oleh -

SINJAI – Ada yang menarik sekaligus dapat dijadikan contoh oleh sekolah madrasah di Kabupaten Sinjai, Sulsel. Khususnya, sekolah yang ada pada lingkup Kementerian Agama.

Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sinjai menerapkan hukuman atau sanksi kepada siswa yang terlambat diwajibkan membaca AlQur’an . Seperti pada Selasa (12/2/19) pagi nampak beberapa siswa yang terlambat dijegat oleh guru piket untuk selanjutnya diproses dan memberi sanksi membaca Al Qu’an .

Penerapan sanksi tersebut menurut Kepala MAN 1, H. Syamsuddin, mulai efektif. Sebelumnya bentuk hukuman kepada siswa yang terlambat diberi sanksi push up atau jalan bebek oleh guru BK didampingi guru piket yang bertugas.

Loading...

“Berdasarkan pengamatan sebagai tenaga pendidik dan kependidikan di madrasah ini. Sanksi semacam itu sudah tidak efektif lagi diterapkan dimadrasah yang notabene dikenal adalah sekolah agama,” katanya. Sehingga pihak sekolah mulai mencari formulasi baru tanpa diberi hukuman yang tidak lagi bersifat fisik namun ada nilai atau manfaat.

“Namannya hukuman tapi bermanfaat bagi siswa untuk memperlancar bacaan Alqur’an. Akhirnya ditetapkan bahwa sanksi yang diberikan kepada siswa yang terlambat adalah diwajibkan untuk membaca Alqur’an 1 juz,” kata H. Syamsuddin

Sementara itu, ditempat terpisah salah seorang guru BK MAN 1, Musawwir, S.Pd menyebutkan hukuman atau sanksi sebelumnya yaitu push up atau semacamnya hanya dipandang remeh oleh sebagian siswa. Sehingga kami dewan guru mulai mencari formula baru untuk diterapkan kepada siswa yang terlambat diminta untuk tilawah 1 juz per siswa.

Dengan tadarus kata Musawwir, timbul rasa penghormatan siswa kepada Alqur’an. Karena membaca Alqur’an tidak bisa dianggap main-main. Hal ini tentunya memiliki mafaat bagi para siswa, untuk memperlancar bacaan Alqur’an, disamping untuk mendukung program sebagai madrasah ramah anak.

“Lebih daripada itu, manfaatnya juga bernilai ibadah tentunya. Di samping itu juga, kita dapat menemukan siapa saja siswa yang belum lancar mengaji, itu semua yang menjadi evaluasi kami, untuk mencoba membuat program tadarus Alqur’an semakin digalakkan,” kunci Musawwir. (fat/Kemenag Sinjai)