Kaget adalah Sebagian dari Iman

oleh -

SEPANJANG sejarah berdirinya republik ini, bahkan di seluruh dunia, satu-satunya presiden yang sering kaget adalah presiden kita saat ini. Daftar kekagetan presiden kita lumayan panjang. Persis daftar komposisi sebuah obat termasuk cara minumnya sekaligus.

Sebagai manusia, wajar kita semua juga pernah kaget. Tetapi jika kaget itu datangnya rutin setiap ada masalah, apalagi dalam kapasitas beliau sebagai presiden, tentu membuat kita sebagai rakyat bertanya-tanya. Misalnya, beliau kaget harga tiket pesawat naik, beliau kaget avtur dimonopoli Pertamina, beliau heran ada honorer hanya digaji 300 ribu, dan seterusnya.

Saking seringnya beliau kaget, muncul banyak pertanyaan. Apakah kekagetan beliau ini murni kaget? Jika beliau hanya pura-pura kaget maka ada unsur kesengajaan yang ditampilkan kepada rakyat. Kalau kita anggap saja beliau kaget mungkin karena ingin melucu saja jelas tidak mungkin. Beliau bukan komika di panggung stand up comedy.

Loading...

Sebagai rakyat, kita harus berpikir positif. Mungkin saja beliau sedang mengimplementasikan salah satu bentuk keimanan sebagai seorang muslim. Bisa saja kaget itu bentuk kejujuran, tidak pura-pura, dan itu bagian dari iman karena sangat transparan kepada rakyat. Dengan banyak-banyak kaget, secara politis mungkin saja beliau sedang mengisaratkan sesuatu. Entah semacam teguran tidak langsung kepada bawahannya, atau hal-hal lainnya di luar nalar rakyat.

Sebagai rakyat, tentunya tidak cukup jika hanya berpikir positif. Rakyat juga harus menggunakan logika. Jika beliau benar-benar kaget maka ada banyak penyebab, antara lain laporan bawahan tidak benar atau tidak lengkap, tidak berjalan koordinasi antar unit kerja, kurang membaca literasi dan informasi, dan tidak atau belum siap menghadapi masalah yg muncul. Itu saja logikanya.

Jika mau lebih logis, baik pura-pura atau jujur, penyakit kagetan tentu sangat menghawatirkan dalam kapasitas jabatan beliau sebagai presiden. Apalagi mengingat beliau yang berasal dari kalangan rakyat biasa, seorang tukang meubel, yang akhirnya jadi walikota, gubernur dan presiden. Tentunya rakyat lebih kaget, mana mungkin seseorang yang berasal dari kalangan rakyat biasa tidak tahu menahu persoalan gaji guru honorer misalnya?

Udang dan mic pasti juga telah membuat kaget beliau. Dipatil udang dan dipatuk mic jelas membuat kaget, siapapun dia. Sangat manusiawi. Yang tidak manusiawi adalah jika udang dan mic dianggap terlibat dalam sebuah konspirasi. Untung saja udang dan mic aman-aman saja Tidak ada yang memasukkan keduanya ke dalam kategori radikal. Saya hanya pernah menduga, jangan-jangan justru sebenarnya udang dan mic itu yang kaget.

Yang agak bisa sedikit dianggap radikal adalah hujan dan rayap. Sebab hujan dan rayap telah bersinergi mengeroyok kardus suara di berbagai tempat sehingga basah dan hancur. Jelas ini konspirasi baru, hujan bersekongkol dengan rayap.

Mumpung presiden kita terbiasa kaget, kita harap saja presiden kita juga mau kaget atas kasus korupsi kader PDIP, Bupati Kotim sebesar 5,8 Trilyun.

Sebagai salah seorang anak bangsa, saya berharap presiden kita berhenti penyakit kagetnya. Setidaknya menjaga diri agar tidak sembarang kaget lagi. Beliau masih punya tanggung jawab besar sekali kurang dari dua bulan. Saya akan sangat kaget sekali kalau misalnya presiden berkata, “Wah, saya benar-benar kaget, ternyata Pilpres tinggal dua hari ya?”(*)

Pelajaran moral:
Persoalan terbesar dari kaget adalah tidak bisa direvisi.