Jika Pilpres adalah Laga Sepakbola, TKN vs BPN

JIKA Pilpres 2019 adalah sebuah laga sepakbola maka salah satu dari dua tim yang bertanding sedang mengalami tekanan, beban berat, frustrasi, dan jauh di bawah performa terbaiknya. Laga ini kita sebut saja pertandingan tim Tendangan Kaki Naga (TKN) versus tim Bola Penghancur Naga (BPN). Bagi TKN laga ini untuk menjaga gengsi kekuasaan, mempertahankan kemenangan mereka atas BPN lima tahun silam.

Namun saat ini TKN sedang berada jauh di bawah performa terbaiknya. Tidak seperti lima tahun silam. Target man-nya pun tidak dalam kondisi prima. Second strikernya pun sangat lamban, mungkin pengaruh usia.

Sedangkan bagi BPN yang sedang berada pada performa terbaiknya. Apalagi kini memiliki banyak pemain bintang muda belia, laga ini merupakan ‘partai balas dendam’ dan bertekad meruntuhkan supremasi TKN.

Debat capres cawapres adalah momen-momen menciptakan peluang emas untuk mengkonversi adu gagasan dan isu menjadi gol. Di situ pula terjadi berbagai kemelut dan blunder. Yang tercatat sering blunder adalah pemain-pemain TKN.

Wilayah lapangan tengah diwarnai permainan keras. Sama-sama bermain ngotot. TKN berusaha keras menguasai lapangan tengah dengan mengandalkan bola-bola panjang jauh ke depan. Dikombinasikan umpan silang melalui media-media mainstream di sayap kanan dan lembaga-lembaga survei di sayap kiri. Gaya bermain TKN adalah speed and power. Beberapa pemainnya temperamental,

Iklan
cenderung bermain kasar, dan provokatif!

Sedangkan BPN menerapkan permainan total football modern. Para pemainnya memiliki skill individu di atas rata-rata. Soliditas tim sangat bagus. Sering memainkan bola-bola pendek, ball posession, mendikte permainan lawan, counter attack secara sangat cepat, dan sesekali tendangan geledek langsung ke gawang lawan.

Penetrasi pemain-pemain depan BPN sangat berbahaya. Tidak heran, secara atraktif, ketika dua strikernya sedang mendribbling blusukan, sosialisasi, deklarasi, dan kampanye darat lainnya dengan sangat cantik, maka gemuruhlah sorak sorai penonton yang didominasi emak-emak dan anak muda milenial. Salah satu rahasia permainan BPN yaitu bermain dengan tulus, penuh cinta dan rasa damai.

Meskipun sebenarnya pertandingan berlangsung dengan permainan keras. Bahkan TKN mulai cenderung kasar. Terlebih lagi setiap kali pemain sayap kiri BPN di sosial media yang militan dan ulama-habaib-santri di sayap kanan berhasil mengacaukan jantung pertahanan TKN. Sering tidak ada pilihan lain, tackling keras dan pelanggaran-pelanggaran fisik maupun verbal dipraktekkan oleh pemain-pemain TKN di sekitar kotak 16. Namun anehnya, tidak pernah satupun kartu kuning dan merah buat TKN. Sebaliknya, hujan kartu buat BPN. Penonton pun mulai curiga, apakah wasit dan hakim garis juga sedang “ikut bermain?”

Pelajaran moral: Gol terbaik abad ini adalah gol yang menghancurkan gawang naga.

Iklan

Alfian Nawawi Pilpres 2019

Penulis: 
    author

    Posting Terkait