Mahathir

SEMINGGU sebelum pencoblosan pada pemilu 2018 di Malaysia, elektabilitas Najib Razak sebagai petahana: 48% dan Mahathir Mohammad di kubu oposisi: 33%. Namun semua orang akhirnya tahu bahwa pemenangnya adalah Mahathir dan sah dilantik sebagai Perdana Menteri. Semua orang juga tahu bahwa hari ini Mahathir adalah satu-satunya pemimpin negara di Asia yang berani menantang Xi Jin Ping, Presiden RRC.

Baru-baru ini kebijakan Mahatir yang paling memukau adalah meminta kepada RRC untuk membongkar semua jalan tol yang tidak berkualitas yang dibangun di seantero Malaysia. Termasuk angkutan MRT, LRT, dan Pembangkit Listrik yang rusak karena semuanya berkualitas rendah. Mahathir bahkan mengusir semua buruh pekerja China serta membuldozer 3 kawasan pabrik milik China di 3 Pulau di Malaysia.

Mahatir memang tidak muda lagi. Usianya kini 92 tahun dan itu tidak menghalanginya untuk tetap memimpin gelora nasionalisme rakyat Malaysia. Mahathir tidak mau negaranya terbebani utang sebanyak 4500 triliun kepada China. Di era Najib Razak, hutang kepada negara China tanpa persetujuan Parlemen Malaysia dan Yang Dipertuan Agung Malaysia. Najib terbukti menerima Komisi 2,5 persen (143 Triliun) dari Pinjaman Hutang 4500 Triliun dari RRC dan kini Najib sudah ditahan oleh KPK-nya Malaysia. Akibat sikap Mahathir yang tak mau membayar hutang tersebut, RRC menggugat Negara Malaysia ke Pengadilan Arbitrase International.

BACA JUGA:   Cersil dan Golput

Strait Times memberitakan Mahatir juga meminta kepada Presiden Philipina, Rodrigo Duterte, agar negara Philipina jangan mau berhutang besar kepada China. Nanti Philipina bisa bangkrut seperti Malaysia, ujarnya. Perjanjian yang dibuat RRC mengikat di mana semua bahan pembangunan, mulai material barang hingga buruhnya harus dari Negara China. “Ini sama dengan menjerumuskan Negara Malaysia ke dalam bencana kebangkrutan,” tegas Mahathir.

Sekarang ada 3 Pulau di Malaysia yang semua dihuni pekerja China dan berdiri telah berdiri Kawasan Industri di 3 Pulau dan itu sesuai Perjanjian Hutang yg dibuat Negara China kepada Negara Peminjam. Ketika Mahatir Mohammad menang Pemilu di Malaysia 2018, dibuldozer semua pabriknya dan diusir semua warga negara China yang menghuni 3 pulau itu.

Iklan Iklan

Mahathir berkata, “Angkat semua Pabrik, Kereta Api, Pembangkit Listrik, Jalan Tol ke Negara China dan campakkan semua kelaut. Negara kami tidak mau membayar Hutang yang dibuat dan dikorupsi mantan PM Malaysia Najib Razak.”

BACA JUGA:   Menang Survei Tapi Panik?

Mahathir mengerti arti kedaulatan negara. Dia marah terhadap kondisi yang ada ketika rezim Najib masih berkuasa. Dia tidak memikirkan usianya. Dia hanya memikirkan kesejahteraan dan kedaulatan rakyat Malaysia.

Negara tetangga Malaysia, yaitu Indonesia juga akan menggelar pemilu pada 17 April 2019. Pertanyaannya, apakah rakyat Indonesia sudah benar-benar paham arti kedaulatan negaranya? Jika tidak, maka mereka masih memberi kesempatan kepada petahana untuk melanjutkan kekuasaan. Anda berada di pihak yang mana? Jika Anda adalah rakyat yang mendukung capres oposisi berarti Anda paham bahwa hanya dia capres yang mengerti arti kedaulatan negara. Terbukti dalam debat capres keempat, dia marah ketika ada orang tertawa saat dia membahas kedaulatan negara. Jika Anda “berteman” dengan orang yang tertawa itu, maka dipastikan Anda juga tidak paham kedaulatan negara.(*)

BACA JUGA:   Buku-buku "Terkutuk"

Pelajaran moral: Pemimpin yang berani adalah yang tidak punya analogi rantai sepeda yang terputus.

Alfian Nawawi Mahathir Mohamad Pilpres 2019

Penulis: 
    author

    Posting Terkait

    • Apa yang bisa dibanggakan dari sebuah “bangkai?” Mr. Takada

    • PEOPLE power juga sering disebut “color revolutions” merujuk pada

    • Imajinasi tidak terbatas, sedangkan ilmu pengetahuan terbatas. Maka ilmu