Hebat, Alumni Stikes Bulukumba Ramai jadi Perawat di RS Jepang

BULUKUMBA – Kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Jepang di bidang penempatan tenaga kerja berketerampilan spesifik atau Specified Skilled Worker (SSW) berbuah manis bagi perawat di Bulukumba. Sejumlah perawat yang merupakan alumni Stikes Panrita Husada Bulukumba telah bekerja di Rumah Sakit di Jepang.

Seperti Ayu Arya Ningsih, yang sudah 2 tahun bekerja di rumah sakit Tokyo Jepang. Sebenarnya dia berangkat melalui program G To G Indonesia Jepang.

Selanjutnya Fajrianti, yang sudah 2 bulan lebih bekerja di rumah sakit Ohasi Hospital Jepang. Penghasilan mereka ini terbilang tinggi.

Bahkan beberapa kesempatan, Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengakui gaji perawat yang mencapai Rp20 juta. “Kalau kaya nurse ya bisa lebih tinggi dari menteri. Kisaranya bisa Rp 20 juta untuk skill worker per bulan,” ujarnya di kantor Kemnaker, Selasa (25/6/2019).

Iklan Iklan

Ketua Stikes Panrita Husada Bulukumba membenarkan alumninya yang hijrah ke Jepang. Dia juga tak menampik gaji perawat di Jepang yang mencapai Rp20 juta setiap bulan.

BACA JUGA:   Viral!!! Video Mahasiswi Stikes Panrita Husada Bulukumba, Tak Tahu Nama Bupati & Wakil Bupati Bulukumba

“Ini bukti bahwa perawat di Bulukumba bisa bersaing di tingkat internasional. Mereka mampu bersaing dari sisi intelektual dan aplikasinya,” kata Muriyati.

Lanjut dia, Stikes Panrita Husada terus memberangkatkan perawat ke Jepang. “Terbaru Raodatil Jannah, alumni program studi Keperawatan ditempatkan di Tamahiyoshidal Hospital Tokyo Jepang,” tambahnya. Lalu Nirma Alwi, yang akan berangkat pada Kamis besok (27/6/2019) dengan penempatan di rumah sakit Tokubetsu Yougo Roujin Homu Sanwa Jepang.

Stikes Panrita Husada

Penulis: 
    author

    Posting Terkait