Pertumbuhan Ekonomi Bulukumba Merosot Turun, Ini Buktinya

BULUKUMBA, — Pertumbuhan ekonomi kabupaten Bulukumba pada kuartal tahun berjalan dikabarkan merosot turun. Setelah tumbuh sebesar 6,89 persen pada kuartal sebelumnya (2017), pertumbuhan pada kuartal tahun ini (2018) turun menjadi 5,05 persen.

Hal tersebut dapat dilihat dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Bulukumba yang merilis data Kabupaten Bulukumba dalam angka 2019 (Lihat Sumber) hasil sensus, survei, dan sumber lain yang diolah BPS.

Dari data yang ada memperlihatkan, Produk Domestik Bruto (PDB) menurut lapangan usaha mengalami perubahan klasifikasi dari 9 lapangan usaha indikator penilaian menjadi 17 lapangan usaha.

PDB menurut lapangan usaha dirinci menurut total nilai tambah dari seluruh sektor ekonomi yang mencakup lapangan usaha yang menjadi indikator.

Turunnya laju pertumbuhan ekonomi tersebut juga dipengaruhi PDB menurut pengeluaran mengalami perubahan klasifikasi dimana pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) yang sebelumnya termasuk bagian dari pengeluaran konsumsi rumah tangga menjadi komponen terpisah.

Sehinga klasifikasi PDB menurut pengeluaran dirinci menjadi 7 komponen yaitu komponen pengeluaran konsumsi rumah tangga, pengeluaran konsumsi
LNPRT, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap bruto, perubahan inventori, ekspor barang dan jasa, dan impor barang dan jasa.

Pengeluaran konsumsi rumah
tangga mencakup berbagai pengeluaran konsumsi akhir rumah tangga atas barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan individu ataupun kelompok secara langsung.

Pengeluaran Konsumsi Pemerintah
terdiri dari Pengeluaran Konsumsi
Individu dan Pengeluaran Konsumsi Kolektif.

Penilaian ini didasarkan kepada harga satu tahun dasar tertentu, dengan menggunakan harga tahun 2010.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bulukumba, Mattaliu mengungkapkan jika turunnya pertumbuhan ekonomi Bulukumba disebabkan anjloknya sektor pertanian.

“Umumnya dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan. Iya terganggu mungkin karena pengaruh cuaca atau apa jadi ada beberapa sehingga agak melambat dari tahun sebelumnya,” singkatnya saat dikonfirmasi awak media, Selasa (27/08/2019).

Persentase Pertumbuhan Ekonomi

Adapun persentase laju pertumbuhan ekonomi

Iklan Iklan
Bulukumba berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Atas Dasar Harga Konstan 2010 Menurut Lapangan Usaha, pertumbuhan laju di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mengalami penurunan yang cukup signifikan. Jika kuartal 2017 sebelumnya berada diangka 5,34 persen, ditahun 2018 anjlok menjadi 0,05 persen.

Pada sektor pertambangan dan penggalian laju pertumbuhan mengalami kontraksi 12,85 persen yang sebelumnya 13,04 persen. Industri pengolahan di tahun 2017 sebesar 3,08 persen merangkak ke angka 3,96 persen.

Berbeda pada sub Pengadaan listrik, dan gas mengalami pertumbuhan sebesar 6,95 persen yang sebelumnya diangka 5,68 persen. Begitu juga pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang tumbuh 6,34 persen dari sebelumnya 4,52 persen.

Bidang Konstruksi dari 9,32 persen ditahun sebelumnya melambat 9,59 persen di 2018.

Pengadaan Besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor, membaik diangka 9,73 persen dari 8,95 persen sebelumnya. Transportasi dan pergudangan juga berangsur membaik diangka 9,46 persen dari sebelumnya 8,94 persen.

Di sub penyediaan akomodasi dan makan minum membengkak 16,80 persen dari 12,41 sebelumnya

Sektor informasi dan komunikasi juga melambat yang stagnan di angka 9,38 persen dari 9,27 persen sebelumnya.

Jasa keuangan naik 5,37 persen dari 3,06 ditahun sebelumnya. Sementara pada sektor Real Estate terjun bebas di angka 12,54 persen dari 6,88 persen sebelumnya.

Jasa perusahaan juga melambat di angka 9,95 persen dari 9,88 sebelumnya.

Administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial meningkat diangka 8,40 persen jika sebelumnya berada pada level 4,80 persen.

Jasa pendidikan dari 9,55 persen tahun sebelumnya menjadi 9,12 persen di tahun 2018. Jasa kesehatan dan kegiatan sosial dari 9,06 persen sebelumnya, menjadi 9,66 persen.

Jasa lainnya yang diakumulasikan dengan total laju pertumbuhan sebesar 13,11 persen dari sebelumnya 9,81 persen.

Sementara, berdasarkan hasil perhitungan PDRB tahun 2018, angka PDRB atas dasar harga berlaku mencapai 13,19 triliun rupiah dengan kontribusi dari Kategori pertama (Pertanian, Kehutanan dan Perikanan) masih menjadi penyumbang terbesar dengan sumbangan sebesar 38,68%. Jika dilihat dari sisi pertumbuhan ekonomi, Bulukumba memiliki pertumbuhan ekonomi sebesar 5,05 tahun 2018.

EDITOR: Arnas Amdas

BPS Bulukumba Pertumbuhan Ekonomi Bulukumba

Penulis: 
    author

    Posting Terkait