Pemerintah Akui Laju Ekonomi Bulukumba Menurun

BULUKUMBA, — Pemerintah kabupaten Bulukumba mengakui bila pertumbuhan ekonomi Bulukumba menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Hal itu didasarkan dengan lesunya produksi di berbagai sektor.

Perlambatan yang signifikan itu terlihat pada sektor agraia dan kelautan dimana sektor ini merupakan penyumbang terbesar yang berkontribusi untuk ekonomi Bulukumba. Namun data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka yang kurang sehat yakni 5,05 persen untuk kuartal tahun 2018.

Pun demikian, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang dikonfirmasi membela bahwa Bulukumba bukan satu-satunya yang terpuruk, sebab sejumlah daerah di Sulawesi Selatan turut merasakan perlambatan ekonomi.

“Berdasarkan informasi dari BPS perlambatan ini juga terjadi di beberapa kabupaten kota di Sulsel,” ucapnya ke Beritabulukumba.com,

Iklan Iklan
Selasa (27/08/2019).

“Berdasarkan pemaparan BPS ditemukan bahwa faktor dominannya ada disektor pertanian dengan adanya luasan lahan yang mengalami kegagalan panen,” tambah Tomy.

Parameter inilah yang dijadikan sebagai penghitung melambatnya pertumbuhan ekonomi Bulukumba. Disisi lain juga terkait dengan aktifitas kegiatan ekonomi seperti pertambangan juga melambat karena kewenangannya ditarik ke provinsi.

Pemerintah Bulukumba telah menyiapkan langkah-langkah strategis untuk menangani hal ini, sehingga kedepannya diharapkan ekonomi Bulukumba bisa kembali bangkit utamanya pada sektor unggulan di wilayah pertanian, kehutanan, dan kelautan.

“Bupati dan saya sudah meminta melalui asisten II untuk mengkaji faktor faktor penyebab perlambatannya dan kemudian diambil langkah langkah strategis untuk tahun depan,” tutup Tomy.

EDITOR: Arnas Amdas

Pertumbuhan Ekonomi Bulukumba Tomy Satria Yulianto Wakil Bupati Bulukumba

Penulis: 
    author

    Posting Terkait