PT Lonsum Berpotensi Jadi Penyumbang Pengangguran di Bulukumba

BULUKUMBA, — Jumlah pengangguran di Kabupaten Bulukumba setiap tahunnya meningkat, berdasarkan data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Bulukumba. Tercatat ditahun 2018 terdapat 6.946 orang atau meningkat dari tahun 2017 yang mencapai 6.833 orang dan 5.796 orang ditahun 2016.

PT London Sumatera (Lonsum) Tbk dianggap berpotensi menjadi penyumbang pengangguran di Bulukumba. Hal itu terungkap saat sejumlah Pekerja Harian Lepas (PHL) menyambangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba terkait adanya pemberhentian secara sepihak.

Juru bicara perwakilan PHL PT Lonsum Tbk, Lukman mengatakan bahwa saat ini harapan bekerja di Kabupaten Bulukumba sudah hampir tidak ada lagi. PT Lonsum yang menjadi media kerja dianggap bersikap tidak adil dengan menutup ruang kerja bagi para PHL.

“Kami meresa ditekan dan ada keganjalan yang kami terima dari perusahaan. Kami seolah tidak lagi diberikan ruang untuk bekerja seperti yang sudah kita kerjakan selama beberapa tahun ini,” katanya dihadapan sejumlah anggota DPRD Bulukumba, Rabu, 3 September 2019.

Menurut Lukman, PHL yang dipekerjakan PT Lonsum mencapai 200 orang lebih terancam kehilangan kerja lantaran sistem yang selama ini dilakukan diwacanakan akan berubah menjadi sistem borongan. Sistem tersebut dianggap akan mengurangi pendapatan para pekerja.

“Disana ada 200an orang lebih pekerja, saat ini sudah ada 22 orang yang tidak lagi bekerja. Apalagi kalau

Iklan Iklan
sistem borongan diberlakukan, pasti banyak yang memilih tidak lagi bekerja karena sumber pendapatan kita berkurang,” terangnya.

Lukman mengaku jika selama ini, gaji mereka dipotong oleh pihak PT Lonsum untuk membayar keikutsertaan BPJS para pekerja. Akan tetapi hingga saat ini, para pekerja belum juga menerima bukti kartu sebagai bukti peserta BPJS.

“Pihak Lonsum tidak perna memperlihatkan bukti jika PHL tersebut merupakan peserta BPJS. Ada banyak komitmen yang disepakati tapi tidak perna dipenuhi oleh Lonsum,” jelas Lukman yang telah bekerja di Lonsum sejak 2007 silam.

Sementara itu, Legislator Gerindra, H Patudangi yang menerima aspirasi perwakilan PHL PT Lonsum mengaku akan segera menyerahkan rekomendasi ke pimpinan DPRD Bulukumba untuk memanggil pihak PT Lonsum dan Dinas Tenaga Kerja Bulukumba.

“Soal apa yang menjadi aspirasi para pekerja tentu akan kita tindaklanjuti, kami akan langsung koordinasi dengan pimpinan untuk menindaklanjuti aspirasi para pekerja Lonsum,” ucapnya.

Patudangi berharap agar persoalan ini dapat diselesaikan agar para masyarakat dapat bertahan untuk bekerja di Kabupaten Bulukumba dengan adanya lapangan kerja yang tersedia. Jika kondisi ini terus terjadi, tidak ada lagi masyarakat yang bertahan di Bulukumba.

“Persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut karena para pekerja ini punya tanggungan keluarga untuk dihidupi. Tentu ada dampak lain yang harus dihindari sehingga persoalan ini harus diselesaikan dengan cepat,” tandasnya.

Pengangguran meningkat PT Lonsum Bulukumba

Penulis: 
author

Posting Terkait