Genjot Peningkatan Produksi, Dinas Pertanian Maksimalkan Pemanfaatan Alsintan

BULUKUMBA — Guna memaksimalkan pemanfaatan Alat Mesin Pertanian (Alsintan), Dinas Pertanian kabupaten Bulukumba melakukan pemanfaatan di lima desa kecamatan Gantarang yakni Bialo, Barombong, Dampang, Bonto Masila, dan Bonto Macinna dengan membentuk Brigade Alsintan.

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Bulukumba, Sulriana mengungkapkan bahwa kehadiran Brigade ini nantinya berperan untuk memberikan solusi bagi para petani dalam memanfaatkan Alsintan lebih baik lagi.

Brigade Alsintan hadir sebagai solusi bagi para petani untuk pemanfaatan alat mesin pertanian lebih maksimal lagi agar hasil produksi meningkat,” katanya, Kamis (05/09/2019).

Sulriana menargetkan melalui program Brigade Alsintan ini mampu melahirkan pola tanam serentak, produksi meningkat, yang berakhir pada peningkatan kesejahteraan para petani. Sehingga seluruh lahan yang masuk dalam katagori tak tergarap mampu dimanfaatkan dengan baik.

Program ini kami hadirkan lebih kepada bagaimana memberikan support dan motivasi agar kesejahteraan petani meningkat. Sehingga tidak ada lagi lahan tidur atau lahan yang tidak diolah,” tambahnya.

Diketahui, ditahun 2018. Dinas Pertanian Bulukumba telah menyalurkan ratusan alsintan yang diantaranya, di Desa Bialo yang terdapat 21 kelompok tani dengan luas garapan mencapai 495,85 hektare dan 16 unit penyaluran Alsintan berbagai jenis.

Selanjutnya untuk Desa Barombong terdapat 15 kelompok tani yang menerima 22 Alsintan untuk garapan 425,25 hektare lahan, Desa Dampang 44 kelompok tani, 28 Alsintan dengan luas garapan 559,41 hektare, Desa Bonto Macinna 29 kelompok tani, 36 alsintan, 651,66 hektare lahan, dan Desa Bonto Masila terdapat 33 kelompok tani yang memiliki 876,06 luas lahan dengan Alsintan 36 unit.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian Bulukumba, Ir Harun yang dikonfirmasi mengatakan bahwa lahirnya program Brigade Alsintan tersebut merupakan bentuk jawaban atas keluhan para petani yang kerap mengalami keterlambatan penanaman dan panen.

Banyaknya keluhan dari petani atas keterlambatan penanaman dan panen kita jawab dengan menghadirkan Brigade Alsintan ini. Sehingga tidak ada lagi keluhan ditengah para petani, kita awali melalui dilima desa ini,” ucapnya.

Dari lima desa tersebut, menurut Harun. Alsintan akan dikerahkan secara full ke desa tersebut sesaui dengan kebutuhan desa yang bersangkutan berdasarkan dengan hasil pantauan dan kajian yang dilakukan. Sehingga di desa tersebut tidak lagi mengalami kendala dalam melakukan penggarapan lahan.

Dalam satu desa misalnya berdasarkan kajian yang melihat luasan lahan dibutuhkan 10 alsintan, akan tetapi hanya terdapat 5 alsintan maka kita akan mendrop tambahan agar didesa itu kebutuhan alsintannya terpenuhi,” terangnya.

Dinas pertanian Bulukumba

Penulis: 
author

Posting Terkait