Tersiksa Debu, Warga Desa Anrang Keruk Jalan Yang Tak Dikerja Dinas PUPR

oleh

BERITABULUKUMBA.COM, RILAU ALE — Puluhan Warga Dusun Tonrong, Desa Anrang, Kecamatan Rilau Ale, menggelar aksi membongkar pengerasan jalan yang hingga saat ini tak dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) kabupaten Bulukumba.

Warga membongkar dengan cara mengeruk pengerasan krikil jalan yang merupakan penghubung antara Desa Anrang ke Desa Tamaona. Jalan yang dikeruk tersebut sepanjang kurang lebih 150 meter, mereka mengaku terpaksa melakukan hal tersebut lantaran tersiksa oleh debu yang masuk ke pemukiman warga.

Tak sedikit juga mereka mengaku mengalami sesak nafas akibat debu.

Salah seorang Tokoh pemuda Imran mengungkapkan, aksi bongkar pengerasan jalan ini dilakukan karna tak kunjung ada solusi dari pemerintah.

Padahal menurutnya, semua langkah telah ia tempuh, baik berkordinasi dengan pemerintah desa, dinas terkait (PUPR) bahkan Wakil Bupati.

“Bahkan katanya, sudah melakukan aksi tutup jalan melarang Mobil Poyek CV.Seppang Turunan PT.Agung Pratama Sebagai pihak rekanan yang mengerjakan jalanan itu, untuk tidak melintas mengangkut material ke Desa Kahayya, namun sampai hari ini, itikad baik rekenan dan perhatian juga solusi dari pemerintah tidak ada,” Ungkapnya Senin (16/9/2019).

Lanjutnya, dari pada menunggu pihak rekanan dan pemerintah yang dinilai tutup mata, warga memilih mengeruk sendiri jalan tersebut karena baik rekanan yang mengerjakan proyek tersebut

Iklan
juga terkesan acuh.

“Jika tidak dibongkar, tiap hari kami makan debu dan itu menyiksa karena warga juga mengalami sesak,” akunya.

Selain itu, warga di Dusun tonrong tersebut merasa di anak tirikan sebab pengerjaan jalan disisahkan separuh.

“Masa pengerjaan jalan di sisahkan di dusun kami, padahal tinggal 200 meter, padahal jika dilanjutkan aspal dari desa tamaona Dan Anrang sudah bisa tersambung,” terangnya.

Warga juga menanyakan bagian perencanaan pengaspalan dari pihak terkait (Dinas PUPR).

“Kenapa ada sepotong di sisahkan, sedang waktu di ukur masuk, dimana titik nolnya sampai aspal batas desa tamaona nyambung. Bahkan lucunya, sudah dikasih material kerikil lapisan dasar aspal, kenapa tidak di lanjutkan, Kan Aneh,” Cetus Imran.

Untuk diketahui, aksi ini merupakan aksi kedua kalinya yang dilakukan warga, sebelumnya warga menggelar aksi dengan melakukan penutupan jalan.

Sementara, Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto yang dikonfirmasi terkait aksi masyarakat di desa Anrang mengungkapkan, akan segera menindaklanjuti dan mencari solusi terbaik.

“Saya kemarin sudah ketemu dengan pemerintah desa dan warga di sana yang menyampaikan aspirasi saya juga sudah menindaklanjuti itu dengan meneruskan ke Dinas PUPR,” kata Tomy.

Iklan