Shamsi Ali Kenakan Passapu Kajang di World Peace Festival 2019

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

BERITABULUKUMBA.COM, MAKASSAR – Imam Besar Masjid New York, Amerika Serikat Shamsi Ali memperkenalkan Passapu salah satu bagian dari pakaian adat Kajang di forum international, World Peace Festival 2019 di New York, Sabtu 21 September 2019 kemarin.

Pendiri Pondok Pesantren pertama di Amerika Serikat ini hadir sebagai pembicara di ajang yang digelar United Human Rights, salah satu NGO besar yang berafiliasi dengan PBB.

Bacaan Lainnya

Shamsi Ali tampil dengan mengenakan pakaian nusantara berupa Passapu, pakaian adat Kajang Bulukumba Sulawesi Selatan.

BACA JUGA:   Putra Bulukumba di AS, Imam Shamsi Ali, Tak Gentar Ancaman Fadhli Zon

Menurut pria kelahiran Kajang, Bulukumba Sulawesi Selatan, selama dua minggu berada di Indonesia dan berkeliling memberikan ceramah, dan saat ini dirinya sudah tiba di New York, Amerika Serikat untuk menjadi narasumber di World Peace Festival 2019.

“Tiba di New York langsung beraktifitas. Hari ini bersama United Human Rights, salah satu NGO besar yang berafiliasi dengan PBB. Di sini akan menekankan presentasi saya dalam “the right to healthy environment as a part of the right to living”, jelasnya.

Adapun tema umum yang disampaikan di forum tersebut adalah tanggung jawab menjaga hak-hak dasar manusia.

“Saya sendiri pada kesempatan ini memusatkan peresentasi pada urgensi menjaga lingkungan hidup,” sambungnya.

BACA JUGA:   Pria Asal Kajang Ini, Akan Bangun Pesantren Pertama di Amerika

Ditambahkan, dirinya akan menyampaikan beberapa pokok pikiran dalam forum yang dihadiri puluhan pembicara dari berbagai Negara itu. Adapun pokok pikirannya sebagai berikut:
1. Bahwa tugas terpenting kekhalifahan kita manusia adalah menjaga alam semesta untuk tetap alami, sehat dan aman bagi semua untuk dihuni.
2. Berbagai statemen Rasul (hadits) menekankan bagaimana Islam mengajarkan penjagaan lingkungan hidup. Bahkan dalam Islam air dikenalkan sebagai sumber kehidupan.
3. Saya juga mengilustrasikan bahwa planet ini adalah perahu kita bersama di tengah lautan yang berombak. Di hadapan kita hanya satu pilihan; mengambil tanggung jawab bersama untuk menyelamatkannya.

Lalu saat ditanya soal mengapa dirinya mengenakan stelan Passapu di kepalanya (pakaian adat) Kajang, Shamsi mengaku ingin mengenalkan pakaian tradisional dari Kajang Bulukumba. Respon peserta sangat hangat dan antusias. Bahkan mereka akan mengundang saya ke beberapa acara mereka yang akan datang.

BACA JUGA:   Shamsi Ali Dukung Ridwan Kamil di Pilgub DKI Jakarta 2017

“Pada kesempatan ini saya juga mengenalkan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian tradisional tersebut. Salah satunya bahwa suku Kajang berada di garda depan dalam menjaga alam dan lingkungan hidup,” imbuhnya.

Pos terkait

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.