Dari Bulukumba, Mahasiswa Teriakkan Reformasi Jilid 2

Duduki Gedung DPRD Dengan beberapa poin tuntutan, diataranya:
• Menolak Hasil Revisi UU KPK dan RUU KUHP
• Menolak Segala Bentuk Pelemahan KPK Terkait Aturan Baru di UU KPK Karena Akan Berdampak Pada Penanganan Tindak Pidana Korupsi
• Mendesak DPR Untuk Membatalkan Hasil Revisi UU KPK dan RUU KUHP

BERITABULUKUMBA.COM — Hari ini, Selasa 24 September 2019, aksi demonstrasi besar-besaran digelar mahasiswa di penjuru tanah air.

Tak terkecuali di kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Bulukumba juga menggelar unjuk rasa besar-besaran.

Pantauan Beritabulukumba.com, Ratusan mahasiswa tersebut menggelar aksi di area bundaran Teko yang sempat membuat akses Jalan Sultan Hasanuddin (Trans Sulawesi) mengalami kemacetan.

BACA JUGA:   Kasus 49 M Disebut Hoax, Mahasiswa Tantang Bupati Laporkan Andi Ichwan

Usai berorasi di area tersebut, mahasiswa lalu merangsek ke depan kantor DPRD Bulukumba di area Jalan yang sama.

Tuntutan mereka mengenai penolakan Revisi UU KPK dan RUU KUHP yang saat ini sedang digadang oleh DPR-RI.

Dalam aksinya juga, Mahasiswa membakar ban disetiap titik aksi, termasuk di Kantor DPRD Kabupaten Bulukumba. Mahasiswa juga meneriakkan reformasi Jilid dua.

Iklan Iklan

Aksi sempat memanas ketika mahasiswa merangsek masuk ke gedung DPRD Bulukumba namun dihalau petugas.

Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat keamanan pun tak terhindarkan hingga kemudian barisan mahasiswa berhasil menjebol pagar dan barikade aparat, lalu menuju lantai dua gedung paripurna DPRD. Mobil Dinas ketua DPRD Bulukumba yang terparkir nyaris menjadi bulan-bulanan meski tak mengalami kerusakan.

BACA JUGA:   Kasus 49 M Disebut Hoax, Mahasiswa Tantang Bupati Laporkan Andi Ichwan

Mahasiswa yang berhasil menduduki kantor DPRD Bulukumba kemudian menyegel dengan menggunakan spanduk yang mereka bawah. Di lantai dua mahasiswa kembali meneriakkan Reformasi secara berulang-ulang.

Unjuk Rasa ratusan mahasiswa ini kemudian redam setelah beberapa anggota dewan diantaranya, Andi Soraya Widyasari, H Patudangi, Hj Aminah Syam, H Amiruddin dan Abdul Hakim dan Supriadi menemui mereka dan berjanji akan meneruskan aspirasi mereka ke Pusat.

Setelah itu mahasiswa bergerak ke titik lain untuk melanjutkan aksinya.

Tolak Revisi UU KPK Tolak RUU KUHP Unjuk rasa mahasiswa

Penulis: 
author

Posting Terkait