350 Karyawan PT.Lonsum Dipecat, Koordinator: Silahkan Angkat Kaki Dari Bulukumba

oleh

BERITABULUKUMBA.COM — Sebanyak 350 orang Pekerja Harian Lepas (PHL) diberhentikan oleh managemen PT. Lonsum di Bulukumba beberapa waktu terakhir.

Alasan Penyebabnya, karena adanya potensi kerugian yang dialami oleh perusahaan karet terbesar di Sulsel itu.

Koordintor komunitas pekerja Lonsum Balombissie Estate, Lukman mengaku,
penyebab diberhentikannya ratusan karyawan tersebut dengan alasan adanya potensi kerugian yang dialami perusahaan. Bahkan parahnya pihak Lonsum melakukan pemberhentian secara bertahap dengan alasan yang beragam yang jumlahnya tidak sedikit.

Pemecatan itu juga terjadi di Lonsum Palangisang, Kecamatan Ujung Loe. Pihak perusahaan telah memberhentikan karyawan dengan alasan yang tak jelas.

“Jadi sekitar 350 orang yang di dalamnya terancam berhenti dan sudah diberhentikan secara pasti. Pemecatannya bertahap, ada 5 bulan yang lalu, ada 2 bulan ada 1 bulan dan trakhir kemarin kurang lebih 30 orang lagi di PHK, dan tidak menutup kemungkinan akan berlanjut lagi dikemudian

Iklan
hari,” ujar Lukman Rabu (2/9/2019).

Lukman berharap, pihak manegemen PT. Lonsum untuk segera mengambil sikap yang pro terhadap pekerja.

“Kalau memang kehadiran PT. Lonsum tidak lagi mampu mensejahterakan karyawan dan masyarakat sekitar Lonsum, Silahkan angkat kaki dari Butta Panrita Lopi (Bulukumba) setelah membayarkan hak hak dari pekerja yang telah di PHK,” Tegasnya.

Pihak pekerja menuntut, iuran yang telah dipotong untuk BPJS, namun tidak didaftarkan, termasuk pula jasa penghargaan berupa pesangon atas pengabdian selama ini, karena menurut Lukman itu diatur dalam undang-undang ketenagakerjaan.

Sementara itu, Humas PT. Lonsum, Muh. Rusli yang dikonfirmasi membenarkan adanya PHK. Alasannya karena adanya peremajaan dibeberapa tempat atau Alpha.

“Jadi bukan pemberhentian, tapi mengalihkan ke kerja borongan. Namun ada beberapa yang menolak, utamanya di Balambessie,” Katanya.

Menyikapi adanya demonstrasi, menurutnya hal wajar selama tidak anarkis.

Iklan