Mengenal Andi Zulkarnain Pangki dan Pengabdiannya Pada Bulukumba

• Biografi Andi Zulkarnain Pangki, Legislator Tiga Periode

BERITABULUKUMBA.COM — Siapa yang tidak mengenal Andi Zulkarnain Pangki? Gebrakannya dalam mengawal aspirasi masyarakat serta menginisiasi perda di kabupaten Bulukumba telah diganjar kepercayaan masyarakat yang mengantarkannya pada Periode ke tiga sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulukumba.

Kali ini, Beritabulukumba.com berkesempatan menceritakan kisah inspiratif pria yang akrab disapa Andi Nain ini tentang kiprahnya menjadi Anggota Dewan Bulukumba.

“Saya tidak jadi anggota DPRD jika bukan kemauan dan dorongan masyarakat,” kata Andi Nain.

Masa Kecil Andi Nain

Andi Zulkarnain Pangki lahir di Kelurahan Matekko (Ponre) Kecamatan Gantarang 20 Mei 1965. Anak ke empat dari enam bersaudara ini tumbuh dan berkembang di tengah keluarga sederhana yang disiplin dan ulet. Ayah Andi Nain, Andi Pangki Dg Sawi (Almarhum) atau dikenal dengan nama Karaeng Pangki merupakan Pejuang kemerdekaan (Veteran). Selepas merdeka kemudian mengabdikan diri sebagai kepala kantor Kehutanan Bulukumba selama 38 tahun, dan tak pernah diganti hingga pensiun.

Sementara ibunya, Siti Muhana La’nusi (Almarhumah) berprofesi sebagai tenaga pendidik atau guru pada waktu itu.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, karakter keras dan disiplin tinggi Karaeng Pangki turun ke Andi Nain. Ia mengenang betapa ayahnya juga mempunyai kepedulian sosial yang tinggi kepada masyarakat. Semasa hidupnya senang membantu dan berbagi kepada sesama, Selalu berpegang pada nilai kejujuran.

“Prinsip itu tetap saya pegang kuat-kuat hingga sekarang bahkan saya ajarkan kepada anak-anak,” katanya lagi.

Ketika kecil hingga remaja, Andi Nain rajin mengikuti berbagai kegiatan kesenian. Kegiatan menggambar ditekuni Andi Nain sejak duduk di bangku Sekolah Dasar di SD 26 Matekko. Andi Nain berusaha sangat keras dan berkat buah perjuangan itu dirinya berhasil menyabet juara 1 se Sulawesi Selatan pada lomba melukis.

Beranjak ke bangku SMP di SMP Gangking pada waktu itu, hobi di bidang seni masih ditekuni Andi Nain. Melukis dan membuat berbagai kerajinan tangan dikaryakannya bersama teman sekolahnya.

BACA JUGA:   NasDem Buka Pendaftaran Kontestan Pilkada, Tomy Satria Target Menang Kembali

Memasuki masa SMA di SMA 1 Tanete, jiwa seniman Andi Nain masih kental. Ia sering menerima undangan untuk mengikuti pameran hingga pagelaran seni.

“Sejak SMP saya sudah di didik mandiri. Banyak kerajinan tangan yang saya
ciptakan, biasanya dijual jika ada yang mau beli untuk tambahan uang jajan di sekolah. Biasa juga kita ikutkan dalam pameran. Jaman sekolah dulu itu begitu, sering ada pameran kesenian,” ujarnya.

Andi Nain Sebelum Jadi Legislator

Setelah tamat SMA, Andi Nain melanjutkan pendidikannya ke bangku kuliah di Akademi Perpajakan Makassar, alhasil gelar Sarjana Muda pun diraihnya tepat waktu.

Tak sampai disitu Andi Nain melanjutkan jenjang pendidikannya terus dengan mencoba peruntungan ke Yogyakarta, hasilnya ia diterima kuliah di Sekolah Tinggi Ekonomi (STIE) Yogyakarta. Namun jiwa seniman Andi Nain tak berlanjut ke bangku kuliah. Berstatus sebagai mahasiswa, jiwa sosial ayahnya mulai terbangun. Ia pun aktif dalam berbagai organisasi yang bermuatan sosial yang dulunya eksis di dunia kampus.

“Saat kuliah saya aktif di beberapa organisasi kepemudaan dan organisasi sosial. Bahkan sampai sekarang saya masih bawa semangat itu dengan menjabat wakil ketua karang taruna,” terangnya.

Lulus kuliah dengan memperoleh gelar strata satu nya, Andi Nain kemudian memutuskan untuk kembali ke kampung halaman di Bulukumba. Berlatar jiwa sosial dan ramah, Andi Nain melanjutkan panggilan jiwanya untuk aktif kerja sosial di masyarakat sembari mencari pekerjaan.

Tak lama Andi Nain diterima kerja oleh salah satu perusahaan besar PT. Lonsum yang bergerak di industri pengolahan dan produksi karet.

“Saya bekerja juga sebagai tenaga pengawas di PT. Lonsum Selama kurang lebih 3 tahun. 1994 sampai 1998,” ungkapnya.

Karena tak sesuai dengan jiwanya, Andi Nain tak melanjutkan pekerjaan tersebut. Ia memilih menjeput sebuah partai politik yang menurutnya bisa membantu masyarakat dengan gerakan-gerakan sosial yakni Partai Amanat Nasional (PAN). Saat itu PAN baru dideklarasikan oleh tokoh Muhammadiyah, Amien Rais di tahun Reformasi 1998 dimana runtuhnya pemerintahan Presiden Soeharto. Dari sini awal mula Andi Nain berkiprah di Politik.

BACA JUGA:   Maju di Pilkada, Zulkarnain Pangki Bertekad Hilangkan Sentimen Kedaerahan

“Berkarir di dunia politik sejak awal reformasi tahun 1998. Itu sejak terbentuk dan berdirinya PAN. Saya termasuk deklarator PAN,” ungkapnya lagi.

Dilain sisi, saat itu keluarga Pangki adalah keluarga pembesar partai Golkar di Bulukumba diakui atau tidak terbukti saudaranya Andi Hardi Pangki (Almarhum) adalah mantan ketua DPRD dan Andi Hamzah Pangki juga pernah menduduki jabatan yang sama.

Iklan Iklan

“Dulu tarikan keluarga saya rata-rata mengajak bergabung di partai Golkar.
Namun saya tetap pada prinsip dan komitmen saya di PAN,” cerita Andi Nain.

Menikah Dengan Dokter

Andi Nain menikahi seorang dokter bernama Andi Herawati Hakim, di umur 27 pada tahun 1995.

Buah kisah cintanya bersama sang dokter, Andi Nain kini dikaruniai 3 orang anak.

Kiprah Andi Nain Sebagai Legislator

• Periode Pertama 2009-2014
Andi Nain menceritakan kisah awal menjadi caleg di PAN. Langkah yang ditempuhnya tak berjalan begitu mulus. Pertama nyaleg gagal, caleg kedua gagal lagi. Berkat sikap petarung dan sifat pantang menyerahnya, pada Pencalegan ke tiganya berbuah hasil yang memuaskan dengan memperoleh suara masyarakat sebanyak 1380 suara lebih.

“Kan dulu pakai sistem urut, proporsional tertutup. Baru setelah setelah berdasarkan suara terbanyak saya terpilih,” akunya.

Selama mengemban amanah, Andi  Nain bersama Fraksi PAN melahirkan banyak gagasan dan terobosan terkait pembangunan hingga menjalankan fungsi pengawasan dewan.

“Ranperda inisiatif misalnya cagar budaya pengelolaan sampah, CSR, Disabilitas, dan ranperda lainya ini lahir dari fraksi PAN dan saya selaku inisiator. Kini kesemuanya itu telah menjadi perda,” sebutnya.

BACA JUGA:   Syamsuddin Alimsyah Kandidat PPP di Pilkada 2020?

• Periode Kedua 2014-2019
Kerja kerja sosial Andi Nain yang tak putus dibayar kontan masyarakat dengan kembali mengantarkannya ke kursi parlemen untuk periode kedua dengan peningkatan suara sebanyak 1400 lebih.

“Jalani dengan keikhlasan dan ikhtiar biarkan semua berproses sesuai kehendak Allah. Itu pegangan saya,” ucapnya.

Periode keduanya sebagai penyambung lidah rakyat, Andi Nain berhasil menduduki jabatan strategis unsur pimpinan sebagai wakil ketua DPRD.

Andi Nain kembali banyak melakukan terobosan selama periode itu.

Terkait dengan konsep pembangunan di Bulukumba tidak lepas dari fraksi PAN seperti penataan kota sampai ke tingkat kecamatan, peningkatan pendapatan daerah, menyangkut retribusi pajak, dan penerangan jalan.

• Periode Ketiga 2019-2024 (sekarang). Andi Nain berhasil meraih tahta ketiga kalinya sebagai anggota dewan pada Pileg 2019 ini dengan finis suara di angka 1505 suara.

Selain terobosan dan gagasan, Andi Nain juga banyak menerima penghargaan sebagai wakil rakyat. Dari Penghargaan partai,
Penghargaan di bidang Pariwisata dari Kementerian, hingga penghargaan Keterbukaan Informasi dari KIPP.

“Ada banyak sebenarnya, cuma saya lupa, ada di rumah semua. Nanti kapan-kapan kalau ada waktu saya ajak ke rumah,” ajaknya ke Beritabulukumba.com

Bermodalkan itu semua, kini Andi Zulkarnain Pangki menatap momen Pilkada 2020 mendatang di Bulukumba bertekad untun mengabdi pada Masyarakat Bulukumba.

Berangkat dari niat ingin membuat Bulukumba maju dan bersinar berlandaskan moral agama, Ketua PAN Bulukumba ini yakin komitmen yang dimilikinya akan membawa perubahan. Aspek geopolitik menurutnya harus dihilangkan tentang sentimen kewilayahan. Tidak ada timur, tidak barat, Bulukumba secara utuh di matanya.

Dirinya bakal fokus untuk memaksimalkan potensi dan kekayaan alam Bulukumba dan mendorong upaya perbaikan dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

“Kuncinya jika SDM di Bulukumba memiliki kualitas di atas rata-rata maka angka kemiskinan akan mudah untuk ditekan,” tutupnya.

Andi Zulkarnain Pangki PAN Bulukumba Pilkada Bulukumba 2020 Profil Figur

Penulis: 
author

Posting Terkait