Surveinya Dikatakan Abal-Abal dan By Order, MRKI Bakal Tempuh Jalur Hukum

BERITABULUKUMBACOM — Lembaga Mindset Riset dan Konsultan Indonesia (MRKI) melayangkan somasi terhadap salah seorang pemerhati Pilkada, Andi Awal yang membuat pernyataan dengan mengatakan hasil survei MRKI untuk Pilkada Bulukumba 2020 terkesan abal-abal dan menduganya by order atau pesanan bakal calon.

Menurut Direktur Pemenangan Indonesia Timur MRKI, Andi Baso Ryadi Mappasulle, somasi dilayangkan sekaligus menepis pernyataan Andi Awal yang cenderung menuding MRKI Lembaga yang tidak kredibel dan memiliki track record.

Pria dengan sapaan Andi Adi ini menganggap pernyataan tersebut sesuatu yang lucu.

“Sesuatu yang lucu menurut kami. Melabeli diri pemerhati politik tapi meragukan kerja-kerja dan penelitian ilmiah,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Beritabulukumba.com, Selasa 8 Oktober 2019.

“Saya mau tau seperti apa pemahaman beliau tentang survei. Lembaga survei itu tidak asal merilis hasil penelitian. Ada cara dan metode tertentu yang dilakukan,” Sambung Andi Adi.

Terkait pernyataan meminta masyarakat cerdas dan teliti melihat lembaga survei, dinilainya sudah tepat.

“Kami justru tau ada pernyataan begitu dari masyarakat awalnya. Karenakan yang kita survei itu masyarakat yang tentu tau kondisi politik di

Iklan Iklan
Bulukumba, bukan orang luar. Jadi saya pikir masyarakat itu cerdas, tau mana yang by order,” terang Andi Adi.

Soal kredibilitas dan track record lembaganya, Andi Adi menambahkan tak mau tampil sesumbar. Ia pun mengundang kepada pihak yang masih meragukan MRKI untuk datang langsung ke kantornya.

“Soal kredibilitas dan track record kami tak ingin sesumbar apalagi gagah gagahan. Kita ini melakukan riset politik tapi kalau masih ada yang meragukan, kami undang langsung ke kantor kami di Graha Pena Lantai 5. Jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Atau bisa juga cari di Google, ketik saja MRKI dan silahkan lihat sendiri,” jelasnya.

Untuk langkah selanjutnya setelah melakukan Somasi kata dia, etikat baik masih diharapkan pihaknya.

“Secara kelembagaan kita layangkan somasi dulu. Kedua soal pernyataan abal-abal kita minta dia pertanggung jawabankan apa yang dia katakan. Tapi dalam 3×24 jam dia tidak cabut pernyataannya dan meminta maaf kita akan laporkan ke pihak berwajib. Dimana dia buat pernyataan, maka saya minta dia juga minta maaf lewat disitu,” Tandas Andi Adi.

MRKI Pilkada Bulukumba 2020

Penulis: 
    author

    Posting Terkait