Syamsuddin Alimsyah Kandidat PPP di Pilkada 2020?

oleh

Merebaknya isu yang menyebut Syamsuddin Alimsyah digadang-gadang bakal diusung PPP ditanggapi langsung pria yang akrab disapa Syam ini.

BERITABULUKUMBA.COM — Syamsuddin Alimsyah salah satu bakal calon Bupati di Pilkada Bulukumba 2020 angkat bicara mengenai merebaknya isu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sedang membangun komunikasi khusus, dengan menggadang dirinya sebagai salah satu kandidat bakal usungan.

Kabar tersebut saat ini ramai diperbincangkan publik di Bulukumba. Khususnya masyarakat yang mengikuti perkembangan Pilkada.

“Ngak lah, saya hampir di semua partai ada nama, kalau mau ditanya hampir ada partai yang menarik. Saya itu menghargai kader karena saya Alhamdulillah selama ini aktif sebagai konsultan yang fokus dan konsen memberi pendidikan politik bagi partai,” ujar Syamsuddin Alimsyah ketika menggelar silaturahmi bersama awak media, Selasa 8 Oktober 2019.

Menurut pria yang akrab disapa Syam ini, tetap menghargai proses penjaringan bakal calon Bupati yang dilakukan semua parpol. meski dirinya tak menampik proses
perekrutan untuk calon kepala daerah itu berbeda mekanismenya.

“Saya menghargai proses. namun yang perlu digaris bawahi ialah sistem pemilihan calon kepala daerah tidak disebut wajib kader tapi disebut adalah dilakukan secara musyawarah mufakat, terbuka, dan demokratis Tidak boleh menutup ruang,” tambanya.

Mengedepankan kader lanjutnya, merupakan ranah internal partai, tapi secara konstitusi bukan merupakan hal yang wajib. Membangun koalisi dibutuhkan juga.

“Bahwa dia mengutamakan kader saya secara pribadi menganggap itu bagus. Karena Partai itukan laboratorium pencetak pemimpin. Tapi konstitusinya tidak wajib kader, harus dilakukan terbuka, demokratis. Bupati nanti itu tidak boleh menciptakan sekat,

Iklan
karena akan menjadi pembina seluruh partai,” ucap Syam.

Pendiri Komite Pemantau Legislatif (Kopel) ini juga beranggapan semua orang berhak diperlakukan sama. Taruhannya partai adalah, tidak boleh karena hanya kader kemudian serta merta mengebiri atau mengabaikan kepentingan publik. karena yang akan jadi pemimpin kedepan bukan pemimpin partai tapi pemimpin Bulukumba.

“Tidak boleh bicara timur, tidak boleh bicara barat, tidak boleh bicara tengah, kita bicara kepentingan Bulukumba,” cetusnya.

Suami dari mantan Anggota DPR RI Fraksi PPP Andi Mariattang ini juga menyampaikan, yang penting dan harus dipahami publik adalah rekomendasi partai yang akan diterima KPU adalah rekomendasi Pimpinan Pusat Partai.

“Begini, seribu orang pengurus di DPD atau DPC yang tanda tangan mendorong misalnya itu tak pengaruh dibanding satu orang yang tanda tangan di DPP maka itulah yang sah. Mutlak DPP yang menentukan,” tutup Syam.

Seperti diketahui, saat ini PPP Bulukumba mengandalkan kandidat terkuatnya yakni Askar HL untuk ikut berkompetisi pada Pilkada mendatang. Sejauh ini memang PPP belum membuka tahapan penjaringan untuk Pilkada lantaran para pengurus baik di DPC dan PAC kompak mengunci Askar HL sebagai calon tunggal.

Meski Askar HL sendiri mengaku tak ingin gegabah dan tetap menunggu restu dan instruksi DPP PPP.

“Dorongan teman-teman pengurus harus diapresiasi. Namun kami masih menunggu restu DPP,” kata pemilik jargon Andalata itu saat menggelar pertemuan dengan awak media belum lama ini.

Iklan