Bayi Meninggal Dalam Kandungan Diduga Tak Dapat Penanganan Dokter RSUD

BERITABULUKUMBA.COM — Kasus kematian bayi dalam kandungan terjadi di Bulukumba. Hal tersebut ramai jadi topik pembahasan warga, pasalnya kejadian tersebut begitu memilukan. Kabar yang beredar menyebutkan kasus terjadi lantaran diduga tak mendapatkan penanganan medis dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sulthan Dg Radja.

Informasi yang didapatkan, seorang pesien atas nama Nur Afni yang dalam kondisi hamil mengalami pendarahan hingga dilarikan ke rumah sakit pada Minggu (13/10/2019) malam, sekitar pukul 22.00 Wita.

Namun hingga Senin (14/10/2019) pukul 02.00 wita dini hari, Nur tidak juga mendapat pelayanan tindakan karena tidak adanya dokter didalam IGD.

Karena kondisi guru SMK Muhammadiyah ini mengalami kejang-kejang, keluargapun meminta solusi ke perawat kemudian dari hasil kesepakatan memutuskan untuk melarikan Nur ke rumah sakit Kabupaten

Iklan Iklan
Bantaeng.

“Setiba di Bantaeng, Nur langsung mendapat pelayanan dan menjalani operasi, hanya saja bayi milik Nur tak tertolong lagi dan meninggal dunia,” cerita Risal suami Nur, melalui pesan WhatsApp, Senin pagi.

Beruntung, nyawa Nur Afni bisa diselamatkan. Saat ini ia menjalani perawatan intensif di ICU RSUD Bantaeng pasca kejadian tersebut.

Sementara Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali yang mengaku telah mengetahui kejadian tersebut menyampaikan permohonan maaf atas insiden penelantaran pesien yang dilakukan RSUD Sultan Daeng Radja hingga mengakibatkan bayi dalam kandungan meninggal dunia.

“Ini kesalahan yang berulang. SOP itu sangat jelas, kalau di IGD tidak ada dokter itu masuk dalam katagori pelanggaran besar. Tapi dengan ini saya memohon maaf karena bawahan saya melakukan kesalahan dan akan kita evaluasi,” tandas AM Sukri.

Bayi Meninggal Dalam Kandungan RSUD Sulthan Dg Radja

Penulis: 
author

Posting Terkait