Klarifikasi RSUD Sulthan Dg Radja Soal Kasus Bayi Meninggal Dalam Kandungan

BERITABULUKUMBA.COM — Pihak manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Sultan Dg Radja, Bulukumba angkat bicara terkait kasus bayi meninggal dalam kandungan yang diduga tak ditangani dokter RSUD.

Melalui klarifikasi yang dikirimkan bagian Humas RSUD, kepada Beritabulukumba.com, Senin (14/10/2019) mengatakan begitu menerima laporan terkait kasus tersebut langsung melakukan penelusuran.

Setelah melakukan telusur kasus, dokter pihak RS menyatakan kronologinya seperti berikut.

Pasien masuk RS datang sendiri tanpa dirujuk, dengan diagnosa preeklamsia berat dan gawat janin dengan kehamilan yg belum aterm.
Penanganan sudah dilakukan mulai dari protap Preeklamsia pada ibu dan protap preterm pada janin sesuai instruksi dokter obgin untuk menstabilkan kondisi ibu yang sempat mengalami penurunan kesadaran di rumah.

Tepat jam 02.00 Wita, Senin Dinihari, tiba-tiba perdarahan hebat dan dari hasil USG dokter obgin didapatkan kondisi plasenta ada di leher rahim (plasenta previa totalis), karena kondisi tersebut maka dokter menganjurkan untuk dirujuk ke RS terdekat.

Berhubung dokter anastesi tidak ada ditempat baru saja meninggalkan RS malam itu setelah menyelesaikan operasinya di jam 19.00 wita minggu malam dan ijin ke Makassar karena ada urusan keluarga.

Perlu kami sampaikan kami (RSUD) memiliki 2 dokter anastesi yg bekerja 24 jam bergantian dimana standar Permenkes no 30 tahun 2019 RS tipe B Harus mempunyai 3

Iklan Iklan
dokter anastesi.

Kami pihak manajemen memaklumi bahwa dengan beban kerja yang berat dengan melayani semua jenis bedah umum, obgin dan bedah lainnya dengan cara bergantian belum bisa memenuhi secara maksimal layanan anastesi di RS bulukumba sehingga dibutuhkan dokter anastesi tambahan untuk memenuhi standar yang ada.

Olehnya itu kami telah bersurat ke Kemenkes untuk meminta tambahan tenaga dokter Anastesi, namun sampai sekarang jawabannya belum ada formasi.

Sedangkan untuk peninjauan kasus secara medis kami masih menunggu hasil audit medis dari komite medik dan komite mutu RS. Semoga dari hasil audit bisa dihasilkan rekomendasi untuk perbaikan layanan nantinya.

Demikian klarifikasi pihak RSUD Bulukumba melalui bagian Humas, Andi Sulthan Dg Radja, Bulukumba, Gumala Rubiah.

Sementara diberitakan sebelumnya, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali telah mengeluarkan teguran keras untuk pelaksana tugas (PLT) Direktur RSUD dr. Abdurrajab serta para Dewan Pengawas yang dinilainya lalai dalam tugas.

Bupati juga telah memerintahkan agar Direktur dan Dewan pengawas RSUD Diaudit.

“Ini kesalahan yang berulang. SOP itu sangat jelas, kalau di IGD tidak ada dokter itu masuk dalam katagori pelanggaran besar. Saya sudah perintahkan Direktur dan Dewas untuk diaudit. Dengan ini saya juga memohon maaf karena bawahan saya melakukan kesalahan,” terang AM Sukri kepada awak media.

Bayi Meninggal Dalam Kandungan RSUD Sulthan Dg Radja

Penulis: 
author

Posting Terkait