Wakil Menuju Bupati, Lihat Kembali Capaian Politik Tomy Satria Dalam 5 Tahun Terakhir

BERITABULUKUMBA.COM — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kabupaten Bulukumba akan kembali dihelat pada 2020 mendatang, nama Tomy Satria Yulianto menjadi salah satu figur kuat yang diperhitungkan sebagai calon Bupati Bulukumba.

Nama Tomy Satria Yulianto tak sendiri bertengger pada bursa bakal calon. Ada sederetan nama politisi senior lainnya, seperti Askar HL, Hamzah Pangki, Arum Spink, Zulkarnian Pangki, Kahar Muslim, Hilmiaty Asip yang menyatakan telah siap beradu jumlah pemilih.

Tomy Satria Yulianto yang saat ini menjabat selaku Wakil Bupati Bulukumba, mendampingi Bupati AM Sukri Sappewali disebut banyak orang memiliki keberuntungan atau hoki khusus di dunia politik Bulukumba.

Betapa tidak, dalam kurun waktu 5 tahun terakhir, capaian politiknya dianggap tak mampu dilakukan sembarangan orang. Mulanya wakil rakyat di DPRD lalu bertransformasi ke wakil Bupati. Legislatif dan Eksekutif telah dirasakannya.

Lalu, seperti apa proses hingga Tomy Satria Yulianto berhasil meraih jenjang tersebut. Simak kembali capaiannya.

Terpilih Sebagai Anggota DPRD Dengan Menyabet Jabatan Wakil Ketua

Tomy Satria yang pada 6 tahun lalu hanyalah anak muda bekerja sebagai pendamping pemberdayaan masyarakat marginal di Sulawesi Tengah dan Kalimantan yang juga kala itu berkesempatan mendapatkan pengalaman kerja untuk program lingkungan kehutanan dan perubahan iklim, sebelum akhirnya mencicipi kontestasi politik dengan menjadi kontestan pada Pileg 2014 silam.

Benar saja, hoki politiknya mulai terlihat sejak itu. Tomy Satria yang baru sekali ikut nyaleg melalui Partai Demokrat, langsung terpilih dengan raihan 1.652 suara.

Tak sampai disitu, pria berkacamata ini juga dipercaya  sebagai Wakil Ketua II DPRD Bulukumba.

Ikut Pilkada 2015 dan Menang Sebagai Wakil Bupati

Tak cukup setahun menjabat sebagai wakil rakyat, iapun menjelma sebagai salah satu figur politisi yang cukup digandrungi berbagai pihak, benar saja momentum Pilkada 2015 kala itu menyeret namanya dalam pusaran perhelatan pesta demokrasi pemilihan bupati dan wakil bupati, namanya langsung masuk dalam jajaran bursa Pilkada Bulukumba, disejajarkan dengan sejumlah politisi yang notabane sudah lebih dulu berkecimpung dalam politik lokal maupun regional.

Sama sewaktu nyaleg dan langsung terpilih, “Hoki Politik” itu kembali menghampirinya, Tomy Satria yang mendampingi AM. Sukri Sappewali terpilih sebagai bupati dan wakil bupati yang kala itu tenar dengan Tagline ST 15. Pasangan ini keluar sebagai pemenang dengan 60.517 suara.

Menjadi Ketua Parpol (NasDem)

Bahkan saat ini, Tomy didapuk sebagai Plt Ketua NasDem Bulukumba, partai yang masih terbilang cukup belia namun menjelma sebagai salah satu partai yang patut disegani. Di Bulukumba sendiri, NasDem yang pada Pileg 2014 lalu berhasil mendudukkan empat wakil rakyatnya di DPRD. Kini di bawah nahkoda Tomy, NasDem berhasil meraih jumlah suara terbanyak, sekaligus mendapatkan lima jatah kursi di DPRD dan memastikan jatah kursi wakil Ketua I DPRD Bulukumba.

Sementara, Pengamat politik Post Polica Indonesia (PPI) Anis Kurniawan mengatakan, atas capaian karir politik TSY saat ini, menunjukkan sosok TSY adalah figur yang layak diperhitungkan.

“Dari kacamata pengamatan kami, pak Tomy pandai membaca momentum. Saya kira apa yang didapatkan saat ini karena kapasitas dan kemampuannya membaca momentum,” katanya, Kamis, (17/10/2019).

Tak bisa dipungkiri kehadiran TSY (Akronim Tomy Satria Yulianto) dikanca perpolitikan Bulukumba terbilang menonjol dalam karir dibanding beberapa politisi yang bahkan sudah belasan bahkan puluhan tahun menjadi politisi. Ia menilai strategi, timing politik dan insting politik TSY begitu mempuni.

“Pak Tomy punya pemilih yang berpotensi besar terus beranjak. Masukan saya kepada politisi lainnya,  Kita memasuki era kontestasi yang semakin kompleks, maka pemenang ke depan adalah mereka yang juga punya daya kreativitas tinggi dalam mengelola interest pemilih,” pesannya.

Terpisah, Tomy Satria yang diminta tanggapan, tak ingin jumawa dan menilai hal tersebut bukanlah luar biasa. Bahkan ia kembali memuji banyaknya sosok politisi dan figur yang lebih mempuni.

“Saya tidak merasa begitu. Saya ini politisi yang sementara berproses saja. Masih banyak politisi hebat di Bulukumba. Bahwa saya saat diamanahkan menjadi wakil bupati, itu harus saya jadikan sebagai lahan pengabdian kepada masyarakat Bulukumba,” katanya.

Menurutnya, keberadaannya sebagai wakil bupati bukan dimaknai sebagai bentuk mengalahkan eksistensi politisi lainnya.

“Karena dari merekalah saya banyak belajar. Dan dari senior-senior inilah saya mendapatkan masukan dan kritikan yang membangun untuk Bulukumba yang lebih baik. Dalam kehidupan ini setiap orang memiliki kecepatannya masing-masing, tugas kita hanya memantaskan diri dan ikhlas menjalani proses hidup. Yang pasti saya sampai pada titik ini, tidak terlepas dari dukungan orang lain,” jelasnya. 

Pilkada Bulukumba 2020 Tomy Satria Yulianto

Penulis: 
author

Posting Terkait