Hilmiaty Asip, Perumus Kebijakan Keterwakilan Perempuan Dalam Peraturan Daerah Bulukumba | BIOGRAFI

BERITABULUKUMBA.COM — Siapa yang tidak kenal dengan sosok Hilmiaty Asip? Mayoritas masyarakat Bulukumba pasti mengenalnya. Perempuan hebat ini selama 2 periode pernah mengawal aspirasi masyarakat di Parlemen Bulukumba.

Hilmi, –panggilan akrabnya– dikenal sosok tegas, cekatan, dan vokal selama di DPRD apalagi jika berbicara kepentingan masyarakat dan rumusan kebijakan pro rakyat. Misalnya saja, selama menjadi wakil rakyat di dewan, politisi Hanura ini banyak memperjuangkan kepentingan masyarakat, bahkan keterwakilan perempuan dalam rumusan kebijakan peraturan daerah juga getol di suarakan-nya, seperti dalam perekrutan Komisioner Komisi Informasi Penyiaran Publik (KIPP) dan anggota Badan Pengawas Desa (BPD) dalam rumusannya di DPRD wajib ada keterwakilan perempuan.

“Didalam setiap pengambilan kebijakan kami biasanya sangat getol untuk menyuarakan hal-hal yang pro rakyat. Taruhlah misalnya dalam undang undang mengenai KIPP, kami banyak mendorong bagaimana agar KIPP itu ada perwakilan perempuan. Seperti dalam perekrutan komisioner 5 orang harus memiliki keterwakilan perempuan satu atau dua orang, itu wajib,” kata Hilmi yang berkesempatan berbagi pengalaman selama menyandang gelar anggota dewan, Jumat (22/11/2019).

“Kemudian juga didalam perekrutan BPD, sebelum kami meninggalkan dewan memang betul-betul kami mengawal bagaimana regulasi didalam peraturan daerah itu tercantum kalimat atau klasifikasi di dalam perekrutan BPD tersebut harus ada keterwakilan perempuan dan itu sifatnya wajib,” jelas Hilmi.

Perempuan kelahiran Bulukumba, 7 Agustus 1976 ini bahkan pernah berupaya keras dalam memperjuangkan porsi anggaran untuk menekan angka kematian ibu dan anak di Bulukumba dengan support anggaran sedapat mungkin ada dalam setiap wilayah.

“Untuk mengantisipasi kematian ibu dan anak kita harus mewajibkan melahirkan di sarana dan prasarana kesehatan apakah dia RSUD atau pun fasilitas kesehatan yang terdekat,” katanya lagi.

“Jadi itulah kerja-kerja kami sebagai legislator perempuan yang bisa mengawal ada keterwakilan perempuan dalam peraturan daerah,” ungkap Hilmi.

Selain itu, Figur enterpreneur ini juga mengaku selama menjabat di DPRD banyak konsen di fungsi legislasi dan budgeting selama lima tahun (satu periodenya) karena ingin memastikan bagaimana agar aspirasi masyarakat yang wakili sesuai dengan sumpahnya itu bisa tercover didalam anggaran daerah.

“Artinya begini dewan itu tupoksinya adalah sebagai peramu peraturan daerah, ada fungsi legislasi, ada fungsi budgeting, ada fungsi pengawasan.
Yang terpenting bagaimana kemudian seorang legislator bisa memastikan dan mengawal aspirasi masyarakat yang diwakilkan sesuai dengan kebutuhannya bukan sesuai dengan keinginan,” tandas Hilmi.

Selama di DPRD Hilmi juga pernah

Iklan
menjadi ketua Komisi A. Perda inisiatif juga banyak lahir dari ide-idenya.

Yang menarik, Hilmi selalu dipilih menjadi ketua pansus untuk merumuskan segala peraturan daerah yang dibahas di DPRD.

Lalu seperti apa Hilmiaty Asip sebelum berkiprah dalam dunia Politik. Mari mengenal lebih jauh sosok perempuan hebat yang di miliki Butta Panrita Lopi ini.

Hilmiaty Asip lahir di Bulukumba pada 7 Agustus 1976. Anak atau putri pertama dari pasangan tokoh masyarakat kecamatan Gantarang
Asip Gani (Ayah) dan Nurmala Waris (Ibu).

Hilmiaty Asip menikah dengan Nasrul Notaris ternama di Bulukumba. Saat ini buah pernikahan mereka dikaruniai 4 orang anak.

Riwayat pendidikan

SD Negeri 5 Bulukumba.
Memasuki masa SMP Hilmi termasuk anak yang cerdas pasalnya ia menjalani pendidikan di dua Sekolah Menegah Pertama, SMP dan MTS. Saat ujian akhir Hilmi bergantian mengikutinya.

Lanjut ke jenjang Sekolah Menengah Atas di SMA N 2 Makassar.
Prestasi di SD dan SMP selalu menjadi juru bicara lomba cerdas cermat tingkat kabupaten.

Masuk ke jenjang bangku perkuliahan pada tahun 1994, di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar. Mengambil Fakultas Teknik Arsitektur. Kemudian lanjut dengan jurusan yang sama di Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar tahun 1996.

Terjun ke Dunia Politik

Setelah menyelesaikan studinya di dunia kampus pada tahun 2000, Hilmi menjadi pengusaha, usaha di bidang fashion digelutinya. Tak ingin kehilangan keilmuannya usaha konstruksi pun juga dijajalnya.

Awal mula Hilmi terjun ke dunia politik pada tahun 2007. masuk sebagai pengurus partai Hanura kabupaten Bulukumba jabatan sebagai bendahara umum.

Tahun 2009 mencalonkan diri sebagai calon legislatif dapil Bulukumba 2 meliputi wilayah kecamatan Gantarang dan Kindang dan langsung terpilih berkat usaha cekatan.

Karir politik Hilmi di partai naik kelas pada tahun 2014 masuk sebagai pengurus partai Hanura provinsi sebagai wakil sekretaris.

Pada momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Bulukumba 2020 mendatang, figur perempuan ini berniat maju sebagai kontestan bakal calon Bupati.

Figur yang digadang-gadang putra mantan Bupati periode 2010-2015, Indrawanto Hasan ini membuktikan keseriusan nya maju di Pilkada dengan serius berburu rekomendasi partai politik untuk diusung.

Politisi perempuan ber-tagline Bulukumba Cantik (Cakap Pemimpinnya, Intelek Warganya) ini mengusung visi-misi mewujudkan masyarakat yang sejahtera religius dan pemerintahan yang profesional dan inovatif melalui kemandirian ekonomi dengan potensi pariwisata.

Iklan

Hilmiaty Asip Pilkada Bulukumba 2020 Profil Hilmiaty Asip

Penulis: 
author

Posting Terkait