Tomy Satria Dinilai Pemimpin Muda Kompetibel Yang Dibutuhkan Bulukumba

Wakil Bupati Bulukumba, Tomy Satria Yulianto Menutup MTQ di Kecamatan Bulukumpa. Dalam kegiatan tersebut Tomy mendorong pemerintah desa dan kelurahan mampu mengalokasikan anggarannya untuk kegiatan keagamaan.

BERITABULUKUMBA.COM — Jelang Pilkada serentak tahun 2020 mendatang, ada dua bocoran riset lembaga survei nasional untuk dua kabupaten yang akan berpilkada di Sulawesi Selatan, yakni PT Lingkarang Survei Indonesia (LSI) Network untuk Kabupaten Gowa dan Saifulmujani Research and Consulting (SMRC) untuk Kabupaten Bulukumba.

Dari hasil bocoran dua lembaga survei itu menguggulkan pemimpin muda, yakni PT LSI mengunggulkan petahana Adnan Purichta Ichsan di Gowa dan bocoran SMRC mengunggulkan Tomy Satria Yulianto di Bulukumba.

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sebagai partai politik penggagas politisi muda menilai bahwa itu adalah contoh dan harapan baik bagi kaum muda di Sulawesi Selatan. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PSI Provinsi Sulawesi Selatan, Fadly Noor.

Dia mengatakan kehadiran pemimpin muda akan menjadi solusi ancaman bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Dimana umur usia produktif akan jauh lebih banyak dibanding generasi tua, sehingga akan dibutuhkan inovasi untuk menyiapkan lapangan kerja bagi para generasi usia produktif.

“Kehadiran pemimpin muda dalam pemerintahan akan kompatibel dengan tantangan bonus demografi yang dihadapi Indonesia 2030, sehingga kebijakan publik dapat menyesuaikan dengan komposisi demografis penduduk,” kata Fadly Noor belum lama ini.

Saat ini, kata dia, kita melihat kepemimpinan nasional era Jokowi pun melibatkan banyak tokoh-tokoh muda dalam pengambilan kebijakannya agar dapat menyesuaikan dengan kebutuhan mayoritas kaum muda negeri ini.

“Kita berharap agar semakin banyak pemimpin muda hadir di Sulawesi Selatan,” harap Fadly.

Dia melanjutkan ada banyak alasan penting sehingga pemimpin muda dinilai lebih kapabel untuk memegang posisi strategis saat ini. Terpenting adalah pemimpin muda dinilai lebih adaktif untuk melawan segala tantangan perkembangan digital yang makin pesat.

“Pemimpin muda tentu lebih

Iklan
adaptif dengan era saat ini yang serba digital dan kerja-kerja kolaboratif yang menuntut jejaring yang luas,” ujarnya.

Memilih pemimpin muda dalam kontestasi elektoral berarti mempercayakan pengelolaan daerah untuk senantiasa siap menghadapi berbagai perubahan,” tandasnya.

Untuk diketahui, sebelumnya PT LSI merilis hasil survei perilaku politik jelang Pilkada Gowa. Hasilnya elektabilitas Adnan Purichta 60,11 persen, disusul Amir Uskara 10,11 persen, Darmawangsyah Muin 5,23 persen, Abdul Rauf Mallaganni Karaeng Kio 3,30 serta beberapa nama yang memiliki tingkat keterpilihan dibawah 3 persen.

Begitupun dengan bocoran hasil survei SMRC jelang Pilkada Bulukumba yang beredar. Dari tujuh nama calon yang disimulasikan elektabilitas Tomy Satria berada diposisi teratas dengan angka 38,5 persen. Disusul berturut-turut Askar HL 25,9 persen, Andi Hamzah Pangki 5,6 persen, Andi Edy Manaf 3,2 persen dan Andi Muchtar Ali Yusuf 2,7 persen. Sementara dua nama lainya yakni Murniati Makking dan Syahruni Haris masih dibawah 1 persen. (*)

This website uses cookies.