Tinggal di Gubuk Reot, Penyandang Disabilitas Bulukumba Ini Butuh Uluran Tangan

  • Whatsapp

BULUKUMBA – Seorang pria penyandang disabilitas di Desa Bulo bulo, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, butuh perhatian, khususnya dari pemerintah.

Selain gubuknya yang reok dan tidak layak huni, kebutuhan sehari hari pria yang diketahui bernama Conreng ini jauh darinkata cukup. Ia tinggal digubuknya bersama anak perempuannya bernama Mirda yang saat ini duduk dibangku kelas satu sekolah Madrasah Tsanawiyah.

Untuk membeli beras, Mirdalah yang bekerja mengumpulkan daun cengkeh kering di kebun milik warga lalu ia jual ke pengepul. Dalam sehari Mirda kadang mendapat tiga hingga empat kilo daun cengkeh, yang dihargai oleh pengepul Rp. 1.500 perkilo.

“Kadang dalam sehari saya bersama anakku (Mirda) tidak makan pak, karena tidak ada beras. Beras bantuan BPNT dari pemerintah hanya sekitar 10 kilo dan telur 10 biji. Jadi setiap hari Mirdalah yang bekerja mencari daun cengkeh kering lalu dijual kadang dapat kadang juga tidak,” ucap Conreng Sabtu kemarin (21/12/2019).

BACA JUGA:   Tokoh Masyarakat Desa Ramai Dukung Askar Hl

Saat ini ia sangat khawatir karena musim hujan segera tiba sedangkan atap rumahnya sudah pada bocor. Conreng berharap ada bantuan dari pemerintah dan warga yang punya kelebihan.

“Baru baru ini saya dapat bantuan dari pak Heri Siswanto pimpinan beritasulsel.com berupa uang tunai. Selain uang, saya juga dibuatkan rekening Bank BRI agar apabila ada warga yang mau menyumbang bisa langsung dikirim ke nomor rekening saya atas nama saya Conreng, nomor rekeningnya 4900-01-034533-53-4,” imbuhnya.

Untuk diketahui, beberapa tahun silam Conreng mengalami kecelakaan kerja di negri jiran Malaysia. Akibat kecelakaan itu, pria yang telah berusia 48 tahun itu mengalami luka serius sehingga ia harus merelakan betisnya diamputasi.

BACA JUGA:   Sunanda Pushkar Tewas Tak Wajar

“Tidak ada jalan lain waktu itu pak, betis saya harus diamputasi karena kalau tidak, kemungkinan nyawa saya terancam,” kisah Conreng.

Conreng juga mengisahkan bahwa saat di negeri jiran, ia hidup rukun dengan istrinya bernama Mina, namun setelah peristiwa yang menimpanya membuatnya tidak bisa lagi memberi nafkah kepada sang istri sehingga ia pun ditinggal pergi.

“Saya pulang (dari Malaysia) sama sama pak, tapi setelah sampai disini (di Desa Bulo bulo), istri pergi meninggalkan saya dan anakku dalam keadaan begini. Terakhir saya dengar kabar kalau dia (Mina) telah bahagia dengan laki laki lain,” kenang Conreng. (Rilis)

  • Whatsapp

Pos terkait