Disebut Cacat Administrasi, Ketua Karang Taruna Gantarang Ditolak Sejumlah Pengurus

BULUKUMBA – Sejumlah pengurus Karang Taruna Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, melayangkan surat gugatan terhadap hasil Temu Karya Kecamatan Gantarang yang dihelat tanggal 11 Desember 2019. Aliansi sejumlah pengurus Karang Taruna Gantarang ini sekaligus menolak untuk dipimpin olehbketua hasil Temu Karya yang diduga cacat administrasi.

“Hanya dihadiri beberapa beberapa pengurus karang taruna yang ada di Gantarang. Musyawarah itu ami anggap tidak korum karena tidak sesuai dengan prosuder dan mekanisme yang telah di atur dan disepakati,” tegas Azisul Haq, ketua aliansi tersebut, saat dihubungi Rabu 8 Januari 2020.

Alliansi beberapa pengurus Karang Taruna Kecamatan Gantarang menuntut agar Temu Karya yang dilaksakan pada tanggal 11 Desember 2019 dinyatakan tidak sah. Mereka meminta agar Temu karya digelar kembali sesuai dengan mekanisme.

Temu Karya yang dilakukan pada tanggal 11 Desember 2019 menurut aliansi diduga sarat permainan dalam pemungutan suara dan dianggap memberatkan pihak tertentu. “Untuk itu dalam Pemilihan Temu Karya ke depan panitia harus memposisikan sebagai pelaksana

Iklan
dan penengah,” papar Azisul.

Selanjutnya ditemukan adanya musyawarah tanpa sepengetahuan dari pengurus lama pada Temu Karya yang dilaksanakan pada tanggal 11 Desember 2019. “Untuk itu panitia harus menghadirkan pengurus lama minimal 1-1/2 sebagai bagian dari mekanisme pemilihan,” lanjut isi gugatan aliansi tersebut.

Sejumlah pengurus karang taruna yang menggugat diantaranya Ketua karang taruna Bangkit Karya Desa Bontomacinna, Ketua Karang Taruna Bulu Saraja Desa Bukit Tinggi, Ketua Karang Taruna Rumpun Padi Desa Paenre Lompoe.

Lalu Ketua Karang Taruna Lajae Desa Polewali, dan Ketua Karang Taruna Pemuda Bukit Harapan Desa Bukit Harapan.

This website uses cookies.