Kasat Reskrim Polres Bulukumba Tegaskan Tidak Ada BB “Disulap” Jadi Kayu, Cek Fakta Sebenarnya

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra [Sc. FB]

GANTARANG, Beritabulukumba.com — Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bulukumba dituding telah menyulap barang bukti parang/golok menjadi sebuah kayu oleh salah seorang oknum wartawan, Andi Burhanuddin yang melaporkan dugaan tindak pidana pengancaman terhadap dirinya oleh terlapor Andi Alpian AS beberapa waktu lalu.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Bulukumba, AKP Berry Juana Putra membatah keras terkait tuduhan yang dilakukan pelapor.

“Berdasarkan keterangan terlapor, dia hanya membawa kayu menyerupai parang. sehingga begitu penyidik meminta untuk diperlihatkan ternyata betul kayu yang berbentuk parang. Jadi kami tegaskan bukan parang yang digunakan terlapor melainkan kayu menyerupai parang,” bebernya, Senin 27 April 2020.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, penyidik Satreskrim Polres Bulukumba telah melakukan gelar perkara terkait laporan pengancaman salah satu oknum wartawan itu.

BACA JUGA:   Kapolres Bulukumba Tandatangani Komitmen Bersama Dengan Dinas P3A

AKP Berry Juana Putra menjelaskan, hasil dari gelar perkara yang dilakukan oleh pihaknya tidak menemukan adanya unsur pidana seperti yang dilaporkan oleh korban.

“Penyidik telah melakukan penyelidikan dengan melakukan klarifikasi terhadap pelapor selaku korban maupun terhadap saksi-saksi. Kemudian penyidik telah melakukan analisa rekaman video yang di serahkan oleh korban,” kata AKP Berry Juana Putra.

Menurut mantan Kasat Narkoba Polres Pinrang ini, berdasarkan alat bukti yang ditemukan oleh penyidik, jika dikaitkan dengan pasal 335 KUHP, unsur kekerasan atau ancaman kekerasan sama sekali tak terpenuhi.

“Dari keterangan saksi, baik saksi korban maupun saksi-saksi yang lain diajukan terlapor tidak ada keterangan yang melihat maupun mendengar adanya unsur kekerasan atau ancaman yang dilakukan terduga terlapor,” jelasnya.

BACA JUGA:   Aparat Bontobangun Bantu Evakuasi Penderita Gangguan Jiwa ke RSJ Dadi

Ditanya terkait hasil analisa rekaman video, Berry mengaku jika pihaknya tidak mendapat hal sama. Hanya saja dalam video itu, terdengar perkataan terlapor yang menyerang kehormatan korban. Sehingga sangat mungkin bisa terpenuhi unsurnya adalah tindak pidana pencemaran nama baik.

“Jadi saya perjelas, bahwa bukan tindak pidana pengancaman. Melainkan tindak pidana pencemaran nama baik atau fitnah dan ini telah kita jelaskan kepada korban, Burhanuddin,” tegas Berry.