Sejumlah Mahasiswa asal Desa Salassae Aksi Bersih Masjid

  • Whatsapp

BULUKUMBA – Sejumlah mahasiswa asal Desa Salassae menggelar aksi sosial bersih-bersih masjid, Selasa (19/05/2020). Mereka adalah mahasiswa yang pulang kampung jauh hari akibat Corona virus atau Covid-19.

Aksi berupa Bakti Sosial (Baksos) itu dilakukan pada 8 lokasi. Menurut Koordinator kegiatan, Rahmat Suardi, mahasiswa yang ikut dari almamater yang berbeda-beda. Seperti dari Universitas Negeri Makassar, UIN Alauddin Makassar, Universitas Muhammadiyah Makassar, Universitas Muslim Indonesia, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Bulukumba, Politeknik pariwisata Makassar, Universitas Islam Makassar, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Tadulako, Universitas Islam Sultan Agung Semarang maupun dari perguruan tinggi di Bulukumba.

Bacaan Lainnya

“Kami kebetulan di kampung, dan ingin saling berbagi dan berbuat kebaikan lewat bakti sosial,” katanya. Mereka tampak melakukan aksi bersih-bersih Masjid yang dikuti dengan penyemprotan cairan disinfektan.

Satu persatu masjid yang berlokasi di Desa Salassae dibershkan. Seperti Masjid Hidayatunnaim Ma’remme, Masjid Ar-Rahman Ma’remme, Masjid Nurul Qushur Bonto Tangnga, Masjid Nurul Jihad Batu Tujua, Masjid ibnu Abbas Batu Tujua, Masjid Khajratul Aswad Bolongnge, Masjid Nurul Taqwa dan Masjid Jabal Nur Batu Hulang.

Kegiatan ini kata Rahmat Suardi bukan semata karena adanya pandemi Covid-19. Tetapi juga untuk membangun jiwa emosional sesama mahasiswa untuk melakukan hal yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Yang namanya baksos kan tidak mesti harus dalam kondisi pandemi, tapi di sisi lain kegiatan ini pula bertujuan untuk membangun jiwa emosional kita sesama mahasiswa salassae, sebelum kita merangkak ke yang lebih jauh lagi,” ujarnya.

Dia berharap Mahasiswa Desa Salassae bisa mempertahankan inisiasi dan semangatnya. Kepala desa Salassae, Gito Sukamdani menyambut baik dan sangat mengapresiasi kegiatan baksos yang dilaksanakan oleh Mahasiswa Salassae ini.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan baksos yang dilaksanakan, apa lagi dari teman-teman mahasiswa yang bergerak. Jarang ada mahasiswa yang mau turun tangan membantu membangun desa kelahirannya dan seharusnya memang untuk membuat desa kita maju itu perlu memng bantuan dari semua pihak yang ada dalam lingkup desa itu sendiri terutama mahasiswa,” singkatnya.

Penulis: Nita Ulva Ningsih

Pos terkait