Palu Arit di Merah Putih

  • Whatsapp
Foto bendera Merah Putih berlambang palu ariit di Unhas.

Sugeng Waras mencurigai pelanjut PKI berada di lingkungan kekuasaan. Menurutnya, sudah amat sangat dominan, gerombolan pelanjut PKI berada di lingkungan penguasa, tak terkecuali di badan-badan informal.

Komunis secara global memang tidak pernah runtuh dan bangkrut. Korea Utara tetap teguh di muka bumi. Rusia dan RRC kian digdaya. Komunis gaya lama tetap mengusung proletariat dengan sistem ekonomi sosialis. Sedangkan komunis gaya baru berselingkuh terang-terangan dengan sistem ekonomi kapitalis.

Ideologi tetaplah ideologi dan bukan sistem ekonomi. Komunis dan liberalis hanya ideologi. Yang melanjutkan nyawanya adalah kapitalisme dan sosialisme selaku sistem ekonomi.

BACA JUGA:   Berapa Jumlah Batu Yang Dibutuhkan Sisifus?

Hanya karena ekonomi sosialis mendukung visi dan misi komunis maka sosialisme diidentikkan komunisme. Gagalnya sosialisme terutama pada masa Perang Dunia II dan jauh setelahnya, mengakibatkan kaum komunis sadar bahwa sosialisme tidak berdaya melawan kapitalisme.

Bagi komunis, agama adalah candu. Ritual-ritual yang rutin mampu mengurangi waktu bekerja pada tataran proletar. Namun dalam evolusinya, komunis gaya baru yang tidak lagi menerapkan sistem ekonomi sosialis telah membebaskan rakyatnya untuk bergerak berdasarkan modal dan kreatifitas. Sedangkan urusan politik, sosial, pertahanan, dan keamanan tetap saja dikangkangi prinsip proletar.

PKI di Indonesia telah lama bubar. Faktanya memang sudah dibubarkan dan terlarang. Fakta lainnya, anak keturunan PKI yang ideologis masih ada. Meskipun ideologi bisa diwariskan namun tidak mungkin mereka membawa PKI gaya lama. Ribka Tjiptaning, politisi P-DIP, penulis buku “Aku Bangga Menjadi Anak PKI” dalam wawancara ekslusif di sebuah stasiun televisi menyebutkan jumlah anak cucu keturunan PKI dewasa ini sedikitnya 15-20 juta orang.

BACA JUGA:   Faktor Kamala Harris di Pilpres AS

Pos terkait