“Takdir Cinta Perawan Tua”, Novel Terbaru Karya Pegiat Literasi GPB 137

Gambar Gravatar
  • Whatsapp

Menyandang gelar gadis di usia yang hampir 30 tahun, tidaklah menyenangkan. Apakah perawan tua itu adalah sebuah aib?

Sang gadis dalam novel “Takdir Cinta Perawan Tua” mengembara dalam pertanyaan-pertanyaan yang melelahkan. “Haruskah aku seperti Khadijah kepada Muhammad? Mengutus orang untuk menyatakan cinta. Aku sudah lelah menjadi Fatimah, menunggu pria seperti Ali yang mencintai dalam diam kemudian datang melamar dan bersatu dalam ikatan pernikahan.”

Sang gadis bukannya tidak pernah jatuh cinta. “Mungkin Tuhan sengaja mematahkan hatiku untuk mengujiku?” Batinnya.

Suatu ketika, datang lamaran dari keluarga pria misterius yang tidak dia ketahui siapa sosoknya. Pria itu penuh teka-teki. Siapakah sebenarnya dia?

BACA JUGA:   Putra Toraja Ini Meluncurkan Buku Biografi

Ditulis dengan gaya bahasa yang enak, mengalir, alurnya membawa kejutan-kejutan tak terduga. Novel ini karya Assyifa Barizza, penulis Bulukumba yang juga pegiat literasi dari jaringan Gerakan Pojok Baca 137. Dia mengelola Pojok Baca Rakyat 137 Bolongnge, di Desa Salassae, Kecamatan Bulukumpa.

Sebelumnya dari jaringan tersebut, publik juga mengenal nama Juharnidah Anjayani Salrah, aktivis Pojok Baca Konjoa 137 Dusun Tanah Ejayya, Desa Manyampa, Ujungloe,yang novelnya terbit tahun 2019. Jauh sebelumnya, Sulfiani Ilyas, pegiat Pojok Baca Sunset 137 di Taccorong, menerbitkan buku motivasi dan beberapa antologi.

  • Whatsapp

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *